61 Persen Pengembang DKI Terapkan Kredit dengan DP 20 Persen

Kompas.com - 24/05/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi apartemen. vkyrylIlustrasi apartemen.

JAKARTA, KOMPAS.com – Survei yang dilakukan DPD REI DKI Jakarta terhadap para pengembang yang menjadi anggotanya mengenai kondisi properti pada tahun 2017 mengungkap banyak hal.

Salah satunya mengenai penjualan unit apartemen. Hal menarik yang bisa dilihat di antaranya skema pembayaran yang terdiri dari Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), cicilan, dan tunai keras.

Baca juga: Meski Kurs Rupiah Melemah, Pengembang Tetap Optimistis

Kebanyakan pengembang, yaitu 61 persen, menerapkan fasilitas kredit pembiayaan apartemen (KPA) dengan pembayaran uang muka atau down payment (DP) 20 persen.

 

Sementara, pengembang yang memberlakukan sistem pembayaran cicilan, sebanyak 43 persen dengan kemudahan 36 kali cicilan.

Adapun yang menerapkan pembayaran tunai keras, sebanyak 41 persen anggota REI Jakarta dengan 6 kali cicilan.

“Untuk pemilihan lokasi, 65 persen anggota masih memilih di Jakarta, 7 persen di Bekasi, serta 5 persen di Depok dan Tangerang,” kata Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman, Rabu (23/5/2018) di Jakarta.

Soal luas tanah, mayoritas 51 persen anggota membangun di atas lahan 2 hektar, sedangkan 26 persen di atas lahan kurang dari 1 hektar.

Mengenai jumlah menara, 43 persen anggota mengaku membangun 3 menara dan 29 persen membangun 2 menara.

Adapun harga jualnya, 30 persen anggota REI Jakarta menjual sekitar Rp 21 juta-Rp 30 juta per meter persegi, lalu 29 persen mematok angka Rp 31 juta hingga Rp 40 juta per meter persegi.

Penjualan

Berikutnya, soal tingkat penjualan, 46 persen anggota menyatakan mampu menjual kurang dari 25 unit per bulan dan 44 persen anggota mengaku menjual sekitar 26-55 unit per bulan.

“Ternyata setelah disurvei, teman-teman tetap bisa jualan, masih optimislah. Bahkan melalui data, tahun ini lebih bagus dari tahun lalu. Kalau istilahnya Ciputra yang dikenal sebagai begawan properti, 2018 ini ibarat pukul 05.00 WIB pagi, matahari akan terbit lagi,” ucap Amran.

Selanjutnya, mengenai biaya pembangunan, 24 persen anggota menyatakan butuh biaya Rp 301 miliar sampai Rp 500 miliar, selebihnya 22 persen anggota menyatakan perlu dana Rp 501 miliar hingga Rp 700 miliar.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X