Bagi Pengembang, Rupiah Anjlok Tak Masalah yang Penting Politik Stabil

Kompas.com - 24/05/2018, 06:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - "Buat kami, pengembang properti, yang penting adalah stabilitas politik. Karena bisnis properti merupakan investasi yang membutuhkan dana besar. Rupiah anjlok itu hanya temporer".

Demikian Chairman Vasanta Group Tri Ramadi mengungkapkan pendapatnya terkait kondisi aktual bisnis properti kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (23/5/2018). 

Tri punya keyakinan kondisi politik tahun 2018-2019 akan berlangsung mulus, karena masyarakat Indonesia sudah melek dan dewasa dalam mengambil sikap.

Baca juga: Vasanta Group Incar Rp 300 Miliar Penjualan Apartemen di Bekasi

Sementara melemahnya Rupiah, kata Tri, adalah bentuk ketidakpastian yang dianggap lumrah dalam dunia bisnis. Ketidakpastian currency ini tak hanya terjadi di Indonesia, juga di Eropa, dan Amerika.

Atas dasar itu, dia berani memprediksi pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan adalah kebangkitan bisnis properti.

"Faktor penting lainnya juga adalah proyek infrastruktur yang pada 2019 sebagian besar sudah beroperasi. Ini akan sangat berdampak positif dan menguntungkan buat pengembang," ujar Tri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

CiputraHilda B Alexander/Kompas.com Ciputra
Hal senada juga dikatakan begawan properti Nasional, Ciputra. Menurut dia saat ini kondisi bisnis properti sedang berada pada pukul 05.00 WIB pagi. 

Baca juga: Ciputra: Bisnis Properti Indonesia Saat Ini Ada Pada Pukul 5 Pagi

"Itu artinya sebentar lagi mentari menyingsing, dan akan cerah. Tahun depan akan membaik. Meskipun ada hajatan besar, Pilpres 2019, kalau hanya berdebat saja, dalam arti tidak ada kejadian luar biasa, tidak akan ada pengaruhnya terhadap properti," urai Ciputra.

Menurut pendiri sekaligus pemilik imperium bisnis Ciputra Group ini, Indonesia sudah mengalami krisis berkali-kali, namun mampu bangkit kembali.

Tahun 1998 krisis multidimensi, tapi kemudian bisa bangkit lagi. Berikutnya 2008 krisis finansial globl, dan sekali lagi kita bisa pulih, bahkan terjadi ledakan properti pada 2012.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X