Pengembang Bogor Raup Berkah dari Mahalnya Rumah di Jakarta dan Depok - Kompas.com

Pengembang Bogor Raup Berkah dari Mahalnya Rumah di Jakarta dan Depok

Kompas.com - 23/05/2018, 14:51 WIB
Penjualan Villa Bogor Indah di semester pertama ini cukup bagus. Dalam sebulan rata-rata terjual 30 unit rumah. Dia berharap target tahun ini bisa melebihi capaian penjualan tahun lalu yang mencapai target penjualan Rp50 miliar. Dok Kalindo Land Penjualan Villa Bogor Indah di semester pertama ini cukup bagus. Dalam sebulan rata-rata terjual 30 unit rumah. Dia berharap target tahun ini bisa melebihi capaian penjualan tahun lalu yang mencapai target penjualan Rp50 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Makin tingginya harga rumah di Depok, Tangerang, atau Bekasi menjadi berkah bagi pengembang rumah di Bogor. Pengembang membidik pasangan muda yang menargetkan Bogor sebagai pilihan utama huniannya.

Sebagai penyangga ibukota negara (Jakarta), Bogor dijadikan alternatif yang banyak dipilih orang untuk tempat tinggal. Hal ini disebutkan oleh Direktur Marketing Kalindo Land, Sentot Sudaryono, yang melalui anak usahanya, PT Semangat Panca Bersaudara, membangun Perumahan Villa Bogor Indah.

"Sekarang sudah masuk tahap keenam. Tahap pertama sampai lima sudah habis terjual. Selain masyarakatnya, kondisi permukiman di Bogor juga semakin padat. Tidak sedikit lho pembeli rumah di proyek kami itu keluarga muda atau milenial kerjanya di Jakarta," kata Sentot, Rabu (23/5 /2018).

Proyek Villa Bogor Indah 6 ini dibangun di kawasan Pasir Jambu, Sukaraja. Proyek ini bisa diakses melalui pintu tol Sentul dan tembus ke Jalan Pemda. Jika tahun depan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) beroperasi, aksesnya bahkan semakin mudah.

Lebih dari itu, daya jual paling menariknya adalah lokasi proyek yang dekat dengan Stasiun Kereta Cilebut. Sentot bilang, tingginya mobilitas penghuni yang umumnya bekerja di Jakarta akan lebih mudah dan murah.

"Kebanyakan memang sudah tidak mau bawa kendaraan, selain boros biaya tol dan bensin, mereka lebih memilih naik kereta," kata Sentot.

Manager Marketing Kalindo Land, Cecep Prayitno, menambahkan bahwa sejauh ini untuk rumah kelas real estate, harga rumah di proyek ini tergolong cukup terjangkau. Kalindo sendiri memang membuka tawaran harga mulai Rp486 juta.

"Itu dengan harga tanah masih sekitar Rp3 jutaan per meter persegi dibandingkan perumahan lain yang rata-rata di atas Rp4 juta sampai Rp5 jutaan per meter persegi. Kami berani tawarkan harga lebih rendah 10 sampai 20 persen," tutur Cecep.

Cecep mengatakan penjualan Villa Bogor Indah di semester pertama ini cukup bagus. Dalam sebulan rata-rata terjual 30 unit rumah. Dia berharap target tahun ini bisa melebihi capaian penjualan tahun lalu yang mencapai target penjualan Rp50 miliar.

Ihwal target pasar, Cecep melanjutkan, adalah konsumen yang dari segi penghasilannya sekitar Rp7 juta. Sementara untuk produk seharga Rp1 miliar diperuntukkan bagi konsumen  berpenghasilan berkisar Rp20-30 juta per bulan.

Dibangun di lahan 12,5 hektar, lanjut Cecep, rencananya Kalindo akan membangun 728 unit rumah di dalam 7 klaster. Saat ini, sekitar 30 persen atau 250 unit sudah terjual atau sudah masuk klaster keempat tahap pemasarannya.

Saat ini, lanjut Cecep, beberapa tipe yang dipasarkan adalah tipe Viola seharga Rp486 juta sampai tipe Bloomeria (98/112) seharga Rp1,3 miliar. Ke depan pihaknya akan menambah lahan sekitar 9 hektar dengan tambahan 500 unit rumah.

"Tingkat kenaikan harga rata-rata itu 15 persen per tahun, dan kami yakin tembus. Kami optimistis tahun ini bisa masuk target lagi sampai Rp60 miliar, apalagi karena bank bisa memberikan suku bunga ringan sehingga angsurannya bisa terjangkau," kata Cecep.


EditorLatief
Close Ads X