KOMPAS.com - Investor Singapura tertarik pada Australia mengingat kedekatan negara, struktur sewa, dan transparansi pasar.
Hal ini membuat investasi dari jiran di Negara Kangguru tersebut meningkat empat kali lipat dalam 7 tahun terakhir.
Meskipun harga properti meroket, investasi mereka di pasar properti Australia melonjak bahkan sampai 141 persen.
Baca juga: Pengembang Indonesia Garap Kampung Modern di Australia
Menurut data terbaru Real Capital Analytics, lebih dari setahun nilai yang dibenamkan investor Singapura di Australia menjadi 3,5 miliar dollar AS (Rp 50 triliun).
Direktur regional Cushman & Wakefield untuk pasar modal di Asia Pasifik, Priyaranjan Kumar mengatakan, sejak Krisis Keuangan Global, investasi mereka telah meningkat empat kali lipat pada 2010.
Angka ini membuat lonjakan lebih dari 4 miliar dollar (Rp 57,1 triliun) pada 2017 dengan pertumbuhan gabungan tahunan tingkat 20 persen.
"Australia telah menjadi tujuan (investasi) properti di luar negeri yang populer bagi warga Singapura, terutama untuk dua generasi terakhir," ujar direktur konsultasi dan penelitian Knight Frank Singapura, Alice Tan.
Menurut Laporan Kekayaan 2018 Knight Frank, Australia menduduki peringkat kedua dalam daftar lima tujuan teratas di mana Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) Singapura berencana untuk membeli properti utama pada 2018.
Kumar menambahkan, komposisi tipe properti juga telah berevolusi secara dramatis. Properti hotel misalnya, menyumbang rata-rata 40 persen dari total investasi dalam dekade sebelumnya.
Sedangkan di sektor perkantoran kini menyumbang lebih dari 40 persen dari total investasi dan mencapai puncak 60 persen dari semua investasi tahun lalu.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.