3 Hal yang Bikin Pacific Garden Style Raih Real Estate Awards 2018 - Kompas.com

3 Hal yang Bikin Pacific Garden Style Raih Real Estate Awards 2018

Kompas.com - 21/05/2018, 16:40 WIB
PT Indopasifik Indahtama selaku pengembang menjamin bahwa pembangunan apartemen akan terus berjalan, mulai pembangunan tiang pancang, pengerukan tanah dan proses pembangunan lainnya. Dok Pacific Garden Style PT Indopasifik Indahtama selaku pengembang menjamin bahwa pembangunan apartemen akan terus berjalan, mulai pembangunan tiang pancang, pengerukan tanah dan proses pembangunan lainnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lokasi, harga dan konsep pemasaran mendorong Pacific Garden Style meraih penghargaan. Meski tergolong baru di pasar properti, tiga hal itu menjadikan proyek tersebut bisa meraih predikat “ Apartemen Terbaik di Tangerang Selatan" pada Real Estate Awards 2018 dari Rumah 123.

Terletak di pusat kawasan bisnis Alam Sutera, Pacific Garden Style dikelilingi oleh tiga universitas, yakni Binus University, Universitas Bunda Mulia, serta Swiss German University (SGU). Kompleks apartemen ini membawa konsep muda untuk menarik perhatian konsumen dan investor.

"Satu hal penting, kami punya co-working space yang disiapkan sengaja untuk para komunitas anak muda. Jadi, tidak cuma sebagai tempat tinggal, tapi apartemen juga harus bisa memberi ruang para generasi milenial berkumpul dan berkreasi dengan komunitasnya," ujar GM Sales & Marketing Pacific Garden Style, Mayo R. Azhari, Senin (21/5/2018).

Mayo menambahkan, apartemen yang dirilis oleh PT Indopasifik Indahtama itu menarik perhatian investor terutama di dunia digital. Hal itu sesuai kesiapan Indopasifik membuka diri menggandeng banyak komunitas masuk ke dalamnya.

"Sebab, kami memang ingin membentuk ekosistem komunitas, karena komunitas punya pengaruh besar terhadap geliat kehidupan apartemen sehingga interaksi calon penghuni bisa terjalin lebih baik dan itu cukup berpengaruh terhadap trafik penjualan unit apartemen," ujar Mayo. 

 Dengan harga apartemen mulai Rp 500 jutaan dan nilai sewa sekitar Rp 3,5 sampai Rp 4 juta per bulan, menurut Mayo, investor dapat mengharapkan keuntungan (return) hingga 9 persen per tahunnya.

“Investasi ini jauh lebih untung daripada deposito bank dengan bunga sekitar 5 persen per tahun. Belum lagi ada nilai pajak atas bunga 20 persen), itu dua kali lebih tinggi dibandiingkan pajak atas sewa yang 10 persen," kata Mayo.

Dengan investasi senilai Rp 1 triliun, lanjut Mayo, Indopasifik selaku pengembang menjamin bahwa pembangunan apartemen akan terus berjalan, mulai pembangunan tiang pancang, pengerukan tanah dan proses pembangunan lainnya. Mayo optimistis penjualan apartemen ke depan masih sangat menarik, teruma melihat data yang pernah dilaporkan lewat media.

Salah satunya riset Jones Lang LaSalle (JLL) yang melaporkan pada Rabu (4/4/2018) lalu, bahwa sebagian besar pasokan apartemen di luar Jakarta berada di wilayah Tangerang, Banten, kemudian diikuti setelahnya wilayah timur Jakarta, yakni Bekasi yang memasok apartemen dalam jumlah besar.

"Apartemen tetap diminati baik oleh investor maupun pengguna yang menjadikan lokasi dan keterjangkauan harga menjadi faktor utama yang amat dipertimbangkan dalam kondisi saat ini," ujar Head of Research JLL James Taylor.

JLL merangkum, dari total 106.000 unit di 140 proyek, sebanyak 53 persen pasokan apartemen berada di Tangerang. Sementara di Bekasi, jumlahnya sekitar 21 persen.


EditorLatief
Close Ads X