Monumen Flobamora Rumah Pancasila Mulai Dibangun - Kompas.com

Monumen Flobamora Rumah Pancasila Mulai Dibangun

Kompas.com - 19/05/2018, 11:00 WIB
Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kiri) dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno (kanan) saat kegiatan peletakan batu pertama Monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP) yang berlokasi di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (19/5/2018).Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kiri) dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno (kanan) saat kegiatan peletakan batu pertama Monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP) yang berlokasi di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (19/5/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP) yang berlokasi di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dimulai pembangunannya yang ditandai prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking).

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Jumat (18/5/2018).

Monumen berupa patung Burung Garuda setinggi 42 meter itu, dibangun menggunakan anggaran senilai Rp 38.697.750.000 miliar

Rinciannya, perencanaan design engeneering dan master design menggunakan dana bersumber dari APBD NTT 2017 sejumlah Rp 697.750.000 juta, dan pembangunan monumen Rp 32 miliar dari APBD 2018.

Sementara untuk pembangunan taman (landscape) akan dilaksanakan menggunakan anggaran perubahan 2018 atau anggaran murni 2019 Kementerian PUPR (APBN), sebesar Rp 6 miliar.

Monumen FRP dibangun dengan konstruksi gedung dua lantai seluas 1.690 meter persegi, dilengkapi lift dan tangga darurat menuju menara.

Lantai satu dilengkapi teras, galeri Bhineka Tunggal Ika, teater, ruang informasi, ramp, ruang tunggu dan toilet. Untuk lantai dua seluas 700 meter persegi, meliputi galeri Pancasila dan ramp.

Ada pun pelaksana perencanaan monumen ini adalah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman NTT.

Lahan yang dimanfaatkan untuk membangun monumen ini seluas 5.000 meter persegi dan merupakan hibah dari pengusaha asal Kota Kupang Theo Widodo.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kiri) dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno (kanan) saat kegiatan peletakan batu pertama Monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP) yang berlokasi di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (19/5/2018).Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kiri) dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno (kanan) saat kegiatan peletakan batu pertama Monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP) yang berlokasi di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (19/5/2018).
Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan groundbreaking monumen Flobamora Rumah Pancasila, merupakan kado bagi Hari Ulang Tahun ke-58.

Menurut dia, monumen FRP menggambarkan seekor burung garuda terbang dari Kupang membawa nilai-nilai atau lima sila Pancasila ke Jakarta dan ditetapkan menjadi Ideologi Negara Republik Indonesia.

Selain itu, kata Lebu Raya, monumen yang menjadi ikonik NTT dan objek wisata baru ini dibangun ketika muncul gonjang-ganjing kebangsaan di republik ini.

Yaitu dengan adanya beberapa kelompok redikal yang selalu saja mengganggu nilai-nilai kebangsaan, sehingga muncul ide untuk membangun monumen Pancasila.

"Di sinilah gagasan itu disampaikan Pak Theo Widodo dan teman-temannya kepada saya dan menghibahkan tanah guna pembangunan monumen FRP, terwujud. Terima kasih kepada Pak Theo dan keluarga yang dengan ikhlas mau menyumbangkan tanah seluas 5.000 meterpersegi," ucap Lebu Raya.


Komentar
Close Ads X