Beli Rumah Pertama, Milenial Ingin Dianggap Investor - Kompas.com

Beli Rumah Pertama, Milenial Ingin Dianggap Investor

Kompas.com - 16/05/2018, 16:00 WIB
Generasi milenial.www.shutterstock.com Generasi milenial.

JAKARTA, KOMPAS.com - Devinisi investor properti sepertinya mulai sedikit bergeser. Terutama, bagi mereka yang kini menyandang status generasi milenial.

Bila biasanya seseorang disebut investor properti dengan membeli rumah kedua dan seterusnya untuk kemudian disewakan ke pihak lain, kini milenial yang baru membeli rumah pertama pun ingin dipandang demikian.

Mereka enggan disebut sebagai first home buyer.

Baca juga: Berpenghasilan Besar, Belum Tentu Bisa Punya Rumah Sendiri di Jakarta

"Responden milenial sudah cukup sadar bahwa properti memiliki return yang bagus," kata Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (16/5/2018).

Hasil Sentiment Survey Semester I-2018 yang dilakukan Rumah123 menunjukkan, 60,32 persen generasi milenial berusia 22-28 tahun mengaku mencari properti, baik rumah tapak maupun apartemen, sebagai investasi.

Sementara, mereka yang berusia di rentang 29-35 tahun jumlahnya lebih besar, yaitu mencapai 75,21 persen.

Kondisi ini terutama terlihat pada kelompok milenial yang memiliki penghasilan dengan rentang Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.

Sementara, kelompok milenial yang menyatakan belum berencana membeli hunian berkisar antara 24,79 persen (29-35 tahun) dan 39,68 persen (22-28 tahun).

"Jadi, meski bukan hunian idamannya, saat mampu membeli sebuah properti, maka mereka akan berpikir sebagai bentuk investasi," ungkap Untung.

Bagi milenial berpenghasilan di bawah Rp 10 juta, mereka memiliki pola pikir sedikit pragmatsi dalam menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah ( KPR).

Baca juga: 44,66 Persen Penduduk Jakarta Tinggal di Rumah Warisan

Mereka rela membayar cicilan dengan bunga yang lebih tinggi, asal proses pengajuannya tidak terlalu rumit.

Adapun properti dengan rentang harga Rp 250 juta hingga Rp 500 juta, menjadi hunian yang paling diincar (42,31 persen).

Posisi berikutnya yaitu hunian dengan harga di bawah Rp 250 juta (26,92 persen), dan Rp 501 juta hingga Rp 750 juta (21,15 persen).

Hanya 9,62 persen responden yang bersedia membeli rumah seharga Rp 751 juta ke atas. 



Close Ads X