Berita Populer: Pencitraan Jokowi hingga Pengakuan Rizal Ramli - Kompas.com

Berita Populer: Pencitraan Jokowi hingga Pengakuan Rizal Ramli

Kompas.com - 14/05/2018, 09:18 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi proyek tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 dan Seksi 3, Sabtu (12/5/2018) sore.Erwin Hutapea/Kompas.com Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi proyek tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 dan Seksi 3, Sabtu (12/5/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita mengenai pengerjaan proyek infrastruktur pemerintah yang dituding sebagai pencitraan oleh Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis masih menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com, Minggu (13/5/2018).

Prediksi begawan properti Ciputra yang mengatakan bahwa tahun 2019 akan jadi momen kebangkitan bisnis properti juga masih dibaca.

Untuk selengkapnya, berikut ini lima berita terpopuler:

1. Pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dianggap pencitraan

Pembangunan infrastruktur yang kini terus digenjot pemerintah dinilai belum memberikan dampak positif oleh Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis.

Gerbang Tol Madiun di Tol Ngawi-KertosonoKementerian PUPR Gerbang Tol Madiun di Tol Ngawi-Kertosono
Bahkan, politisi Partai Gerindra itu menyebut penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur yang ada hanya sebatas pencitraan oleh Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, banyak proyek infrastruktur yang diselesaikan menjelang perhelatan tahun politik saat ini.

"Kita lihat semua target-target berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, itu ujungnya kalau tidak harus diselesaikan 2018, 2019," kata Fary di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Pencitraan tersebut dilihat Fary dari banyaknya pemberitaan soal pembangunan infrastruktur yang muncul di media massa. Padahal, bila dilihat dari alokasi anggaran tidak terlalu besar.

"Jadi kalau dikatakan bahwa ini di media, di koran, banyak sekali pengeluaran infrastruktur itu, pembangunannya yang banyak, atau beritanya yang banyak?" tutur Fary.

Baca berita lengkapnya: Ketua Komisi V DPR Anggap Pembangunan Infrastruktur Hanya Pencitraan

2. Prediksi bisnis properti bangkit kembali

Dollar AS boleh saja perkasa dengan mencundangi Rupiah di angka Rp 14.000. Namun begitu, bisnis properti Indonesia justru tengah bersiap menyongsong masa depan yang cerah.

CiputraHilda B Alexander/Kompas.com Ciputra
Jika merunut pada siklus krisis setiap 10 tahun sekali, maka kebangkitan bisnis yang melibatkan 177 industri ini akan terjadi pada 2019 nanti.

Demikian analisis begawan properti Ciputra dalam perbincangan khusus dengan Kompas.com, Jumat (11/5/2018).

Menurut pendiri sekaligus pemilik imperium bisnis Ciputra Group ini, Indonesia sudah mengalami krisis berkali-kali, tetapi mampu bangkit kembali.

Tahun 1998 krisis multidimensi, tapi kemudian bisa bangkit lagi. Berikutnya pada 2008 krisis finansial global, dan sekali lagi kita bisa pulih, bahkan terjadi ledakan properti pada 2012.

"Tahun ini juga bisa disebut krisis, tantangan berat dan Rupiah anjlok. Namun, tanda-tanda bangkit justru jelas terlihat, yakni meningkatnya penjualan," papar Ciputra.

Baca berita lengkapnyaCiputra: Bisnis Properti Indonesia Saat Ini Ada Pada Pukul 5 Pagi 

3. 50 gerai Lotte Mart dijual

Peritel ternama asal Korea Selatan, Lotte, kehilangan pesonanya. Mereka kini menjual satu demi satu tokonya.

Kabar terbaru, Lotte telah memutuskan pelepasan 100 persen sahamnya atas kepemilikan supermarket Lotte Mart di China.

Lotte MartSHUTTERSTOCK Lotte Mart
Diwartakan Korea Times, Sabtu (12/5/2018), Lotte menjual saham mereka kepada Liqun Group dengan nilai transaksi 291,4 miliar won (setara 272,7 juta dollar AS).

Penjualan saham itu membuat Lotte kehilangan paling tidak 50 toko Lotte Mart di Shanghai dan sekitarnya.

Langkah Lotte menjual Lotte Mart ini hanya berselang dua pekan setelah peritel itu juga melepas 21 tokonya di Beijing. Adapun ke-21 toko yang ada dijual kepada Wumei Holdings Inc dengan nilai 248,5 miliar won.

Baca berita lengkapnyaBisnis Ambruk, Lotte Jual 50 Gerai Lotte Mart

4. Kehadiran megaproyek Rp 50 triliun di Karawang

Pollux Properties melansir proyek terbarunya, Pollux Technopolis, Sabtu (12/5/2018). Proyek dengan estimasi nilai gross development value (GDV) Rp 50 triliun ini berlokasi di Karawang Barat, Jawa Barat.

Pollux Properties membagi pengembangan Pollux Technopolis dalam 6 zona dan dirancang sebagai kota masa depan.

Apartemen di Pollux Technopolis, Karawang, Jawa Barat.Dokumentasi Pollux Properties Apartemen di Pollux Technopolis, Karawang, Jawa Barat.
CEO Pollux Properties Nico Purnomo Poo menuturkan, Pollux Technopolis adalah Central Business District yang akan menjadi ikon baru di Karawang barat.

Menurut Nico, Karawang merupakan pusat industri terbesar di Asia Tenggara dengan luas lahan 14.000 hektar yang digunakan hanya sebagai lahan industri. Lebih dari 40 persen hasil ekspor Indonesia diproduksi di kota ini.

Selain itu, kata Nico, terdapat lebih dari 2.000 perusahaan multinasional maupun internasional yang menjadikan Karawang memiliki potensi dan prospek investasi yang akan terus berkembang dan menjanjikan.

Baca berita lengkapnyaMegaproyek Rp 50 Triliun Hadir di Karawang

5.  Rizal Ramli akui Presiden Jokowi 'all out' bangun infrastruktur

Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengakui pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Joko Widodo mendapatkan perhatian maksimal bila dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Rizal RamliKOMPAS.com/Achmad Faizal Rizal Ramli
"Memang dia all out terhadap infrastruktur. Kita harus (beri) kredit kepada pemerintah," kata Rizal dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Menurut dia, maksimalnya perhatian Presiden lantaran banyak infrastruktur yang semestinya telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu, tetapi tak kunjung dibangun, terutama infrastruktur di luar Pulau Jawa.

"Karena pembangunan infrastruktur kebanyakan di Jawa, di daerah-daerah nyaris sedikit, sehingga perbedaan Jawa dan luar Jawa itu jauh sekali. Apalagi di Indonesia timur," sebut Rizal.

Baca berita lengkapnyaRizal Ramli Akui Presiden Jokowi All Out Bangun Infrastruktur

 



Close Ads X