Kompas.com - 13/05/2018, 23:00 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Awan kelabu tengah menggerayangi peritel perlengkapan bayi Mothercare. Masalah datang silih berganti dan masih buram muaranya.

Alih-alih mengenyam nikmat berbisnis di tahun shio anjing tanah ini, Mothercare justru mesti berperang melawan karam.

Beberapa waktu lalu, Mothercare telah menempuh upaya menyelamatkan diri dari kebangkrutan.

Proses keramat bernama company voluntary arrangement (CVA) mesti ditempuh seiring keroposnya bisnis.

Asal tahu saja, CVA adalah upaya mengurangi biaya sewa dengan pemilik pusat belanja. Dengan begitu, diharapkan peritel punya ruang fiskal lebih longgar untuk meneruskan bisnis.

Sejumlah peritel telah menjadi "pasien" CVA di Inggris, antara lain Toys R Us, Maplin, New Look, dan Debenhams.

Ilustrasi ritel tutupWendellandCarolyn Ilustrasi ritel tutup
Jika proses CVA disetujui maka Mothercare bakal kehilangan sepertiga jumlah tokonya di Inggris. Saat ini, Mothercare memiliki 143 gerai di seantaro Negeri Big Ben.

Pihak Mothercare menyebut, badai kelesuan ritel terasa semakin kencang sejak akhir tahun lalu.

Libur panjang akhir tahun tak mampu dilalui Mothercare dengan mulus. Fulus pun melayang jauh. Jurang kebangkrutan kian dekat mengancam.

"Saat ini, kami tengah berupaya mencari sumber pendanaan tambahan sebagai langkah penyelamatan bisnis," ujar Mothercare terkait sengkarut bisnisnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.