3 Bulan Pasca Erupsi Gunung Agung, Okupansi Hotel di Bali Membaik - Kompas.com

3 Bulan Pasca Erupsi Gunung Agung, Okupansi Hotel di Bali Membaik

Kompas.com - 10/05/2018, 21:12 WIB
Ilustrasishutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada kuartal terakhir 2017, pariwisata di Bali terganggu oleh letusan Gunung Agung.

Dampak dari letusan Gunung Agung berlanjut pada Januari 2018, dengan keseluruhan tingkat hunian kamar hotel hanya mencapai 53,5 persen.

Angka ini mencerminkan penurunan 14,8 persen jika dibandingkan dengan catatan Januari 2017.

Baca juga : Di Mata Spanyol, Bisnis Hotel Bali Masih Seksi

Menurut Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto, peningkatan tingkat hunian baru terjadi pada Februari 2018.

"Kemungkinan besar, hal ini terjadi karena beberapa acara yang diadakan oleh pemerintah atau perusahaan dijadwal ulang setelah letusan Gunung Agung tahun lalu," ujar Ferry dalam risetnya yang dikutip Kompas.com, Kamis (10/5/2018).

Rata-rata okupansi hotel atau average occupancy rate (AOR) sempat jatuh pada Desember 2017 silam hingga mencapai angka 40 persen.

Jika ditarik dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, performa tersebut adalah yang terburuk melampaui jatuhnya okupansi pada November 2015 di angka sekitar 50 persen.

Hal tersebut disebabkan oleh anjloknya turis asing yang masuk sebesar 22,3 persen menjadi 358.065 pada Januari 2018.

Beruntung, pada Februari, angka itu naik secara substansial, menandai sebuah harapan bahwa tren pariwisata di Bali sudah mulai membaik.

Tahun ini, sebanyak 6,5 juta wisatawan ditargetkan masuk ke Bali. Baik Pemerintah Bali dan Kementerian Pariwisata yakin target akan tercapai terutama dengan adanya acara internasional yang rencananya diadakan di Bali.

Turis China

Sejak 2017, wisatawan China merupakan pasar terbesar Bali, mengambil alih posisi teratas dari Australia.

Meski demikian, jumlah mereka sempat turun pada bulan November 2017 setelah travel warning akibat letusan Gunung Agung.

Namun, pencabutan travel warning oleh beberapa negara terutama China mempromosikan kepercayaan atas keamanan di Bali.

Dampaknya, Kementerian Pariwisata dan Komisaris Jenderal China bekerja sama untuk melakukan Lunar New Year Festival Wonderful Indonesia 2018.

Festival ini diadakan selama dua hari dengan sekelompok besar wisatawan China datang ke Bali untuk merayakan Tahun Baru Imlek.


Komentar
Close Ads X