8 Hal tentang Desainer Interior yang Perlu Anda Ketahui - Kompas.com

8 Hal tentang Desainer Interior yang Perlu Anda Ketahui

Kompas.com - 09/05/2018, 20:00 WIB
Ilustrasi. Profesi desainer interior harus sudah dikenalkan pada anak sejak dini.shutterstock Ilustrasi. Profesi desainer interior harus sudah dikenalkan pada anak sejak dini.

KOMPAS.com - Apakah Anda ingin menyewa desainer interior? Apakah Anda benar-benar butuh seorang desainer atau hanya ingin tahu seperti apa proses pekerjaannya?

Bagaimana pekerjaan yang dilakukannya? Seperti seorang dekorator, desainer interior dapat membantu Anda memilih barang dan perlengkapan rumah tangga, termasuk warna cat.

Baca juga : Wahai Para Arsitek, Ikuti Kompetisi Desain Resor dan Hotel Jayaboard

Di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, seorang desainer interior memiliki gelar desain dan mendapat sertifikasi, serta mempunyai keahlian tambahan dalam hal bangunan, standar konstruksi, pengerjaan proyek, dan hal lain.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini penjelasan yang perlu Anda ketahui mengenai desainer interior:

1. Desainer interior mungkin saja bekerja untuk Anda meskipun Anda berada di kota yang berbeda.

Jika Anda sudah mengincar seorang desainer karena menyukai karyanya dan Anda tahu bahwa dia tinggal di kota yang jauh dari tempat tinggal Anda, jangan langsung menganggap Anda tidak bisa bekerja sama dengannya.

Saat ini sejumlah perusahaan desain interior memiliki kantor cabang atau perwakilan di kota lain. Para desainer pun bersedia melakukan perjalanan jauh untuk suatu proyek.

Jadi jika Anda ingin bekerja sama dengan desainer tertentu, harus dipastikan terlebih dahulu kesanggupannya.

2. Desainer interior menjalani pendidikan dan pelatihan yang ketat, sama seperti profesi lainnya.

“Sertifikasi merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa seorang desainer memenuhi syarat untuk mengerjakan proyek Anda,” kata Andrea Schumacher, seorang desainer interior di Amerika Serikat.

"Cara lain untuk mengetahui seorang desainer interior yang memenuhi syarat adalah dengan melihat pendidikannya dan memastikan itu cocok dengan apa yang dikerjakan," imbuhnya.

Pertimbangkan dengan baik pendidikan terkait desain dan sertifikasi profesional untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kualifikasi desainer interior Anda.

Andrea Schumacher memberi contoh dirinya sendiri. Dia bergelar sarjana desain interior dari Colorado State University, lalu mempelajari desain universal di Graduate School of Design di Harvard University dan merupakan anggota organisasi American Society of Interior Designers.

3. Desainer interior harus mengikuti perkembangan teknologi terbaru dan menggunakannya untuk membantu mewujudkan keinginan anda.

"Seorang desainer harus tahu AutoCad dan program komputer yang lain untuk perencanaan ruang dan sebagainya," ucap Schumacher.

Program dan keterampilan khusus ini memungkinkan desainer interior merealisasikan desain yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan.

Mereka dapat membuat perhitungan digital yang realistis sehingga memungkinkan Anda untuk memvisualisasikan perubahan sebelum melakukannya.

4. Desainer interior bisa mengerjakan berbagai jenis proyek rumah.

“Kami bekerja sesuai dengan dana yang Anda miliki. Meskipun kami bekerja untuk bangunan rumah besar, kami juga mengerjakan proyek dengan anggaran yang lebih kecil. Pemilik rumah tidak perlu takut untuk menyewa desainer interior hanya karena mereka tidak membangun rumah baru atau memperbarui rumah mereka,” kata Kate O'Hara yang juga seorang desainer interior.

5. Desainer interior bisa mengerjakan proyek sesuai dengan standar keamanan suatu bangunan.

Seorang perancang interior yang bersertifikasi harus mengetahui aturan pembangunan saat ini dan aturan lain yang memengaruhi desain di lokasi tempat mereka bekerja sehingga keamanan proyek yang dikerjakan lebih terjamin.

6. Desainer interior tidak selalu bisa membagi informasi tentang suatu produk dan harganya kepada publik.

Tidak semua pertanyaan tentang suatu produk dan harga bisa dijawab dan dipublikasikan.

“Kami mencoba untuk menjadi seterbuka mungkin tentang cara kerja, desain, dan saran kami. Namun, ada informasi tentang barang tertentu yang tidak kami berikan informasinya kepada publik,” ucap O'Hara.

Ada beberapa alasan. Pertama, tuturnya, karena vendor dari si desainer itu tidak mengizinkan untuk mencantumkan harganya.

Kedua, banyak produk yang berubah dari waktu ke waktu. Ada yang tidak diproduksi lagi atau ada pula yang harganya berubah.

“Itu yang membuat kami harus menghormati privasi klien kami, yang biasanya tidak ingin kami mengumumkan jumlah dana yang mereka habiskan untuk membeli perabotan mereka,” ujar O’Hara.

7. Desainer interior ingin bekerja sesuai dengan visi sang klien, lalu mengembangkannya. Mereka ada untuk mendengarkan dan mengetahui kebutuhan kliennya, kemudian membuat desain sesuai yang diinginkan.

“Kami suka ketika orang mendatangi kami untuk mencari sesuatu yang berbeda. Desainer bekerja dengan gaya masing-masing, dan selalu menyenangkan untuk mencoba sesuatu yang baru,” kata O'Hara.

Menurut dia, desainer tidak bekerja dengan konsep atau desain yang dibuatnya sendiri. Sebaliknya, justru desainer akan membantu mencapai dan mewujudkan visi kliennya secara maksimal.

8. Desainer interior bisa melihat proyek yang dikerjakan secara keseluruhan dari awal sampai akhir.

Seorang desainer interior yang berkualitas bisa mengawasi para pekerja dalam timnya, membuat keputusan tentang perubahan interior, merombak suatu ruangan, atau memindahkan barang di suatu rumah.

"Selain itu, seorang desainer interior memiliki keterampilan untuk memilih furnitur, yang merupakan bagian penting dan berharga di suatu rumah," pungkas Schumacher.


Komentar
Close Ads X