Fotografi Film Blade Runner Tampilkan Infrastruktur Tokyo - Kompas.com

Fotografi Film Blade Runner Tampilkan Infrastruktur Tokyo

Kompas.com - 07/05/2018, 15:39 WIB
Fotografer Australia Tom Blachford menangkap suasana yang muram dengan latar belakang bangunan yang diterangi cahaya neon dalam referensi untuk film noir, khususnya film fantasi sci-fi 1982, Blade Runner.Tom Blachford Fotografer Australia Tom Blachford menangkap suasana yang muram dengan latar belakang bangunan yang diterangi cahaya neon dalam referensi untuk film noir, khususnya film fantasi sci-fi 1982, Blade Runner.

KOMPAS.com - Fotografer Australia Tom Blachford menunggu sampai malam untuk menangkap foto-foto dari bangunan-bangunan metabolis di Tokyo, yang katanya dibangun sesuai dengan visi masa depan.

Untuk seri terbarunya, Blachford dipengaruhi oleh penampilan futuristik dari gerakan arsitektur modernis pasca-perang di negara itu yang dipelopori oleh arsitek Jepang, Kenzo Tange.

Arsitek pemenang Hadiah Pritzker tersebut sebagian besar diakui sebagai pendiri gerakan Metabolisme Jepang, yang muncul sekitar tahun 1960 setelah periode pemulihan ekonomi.

Tange meninggal pada tahun 2005, tetapi biro arsitekturnya Tange Associates terus beroperasi.

Masing-masing gambar Blachford menampilkan suasana Tokyo yang muram dengan latar belakang bangunan yang diterangi cahaya neon dalam referensi untuk film noir, khususnya film fantasi sci-fi 1982, Blade Runner.

Serupa dengan seri Midnight Modern-nya, yang menggambarkan rumah-rumah abad pertengahan di Palm Springs, Nihon Noir difoto pada malam hari dan tanpa kehadiran orang-orang. Ini dimaksudkan untuk membangkitkan rasa misteri.

Untuk membuat gambar yang terlihat seperti diambil di "metropolis cyberpunk" pada masa depan, Blachford memilih bangunan metabolis untuk tampilan megastruktur industri mereka.

"Tujuan saya untuk seri ini adalah untuk mengomunikasikan perasaan yang mengejutkan saya pertama kali saya mengunjungi Tokyo," kata Blachford.

Ia mengaku telah membuat daftar inti bangunan yang mewujudkan filosofi Metabolisme. Filosofi ini berusaha untuk menggabungkan penciptaan megastruktur yang brutal dengan prinsip-prinsip pertumbuhan organik.

Fotografer Australia Tom Blachford menangkap suasana yang muram dengan latar belakang bangunan yang diterangi cahaya neon dalam referensi untuk film noir, khususnya film fantasi sci-fi 1982, Blade Runner.Tom Blachford Fotografer Australia Tom Blachford menangkap suasana yang muram dengan latar belakang bangunan yang diterangi cahaya neon dalam referensi untuk film noir, khususnya film fantasi sci-fi 1982, Blade Runner.
Bangunan ini di antaranya adalah Pusat Media dan Penyiaran Shizuoka dan markas besar Fuji TV yang keduanya dirancang oleh Tange.

Jepretan yang lebih menggambarkan pemandangan jalanan 1990-an juga ditampilkan dalam seri ini.

Pusat Media dan Penyiaran Shizuoka selesai dibangun pada akhir 1950-an. Gedung ini mencakup inti silinder sempit dengan unit kantor modular kaca yang menonjol.

Sementara markas besar Fuji TV yang selesai dibangun pada tahun 1996, memiliki dua blok menara utama yang dihubungkan oleh tiga jembatan pejalan kaki.

Blanchford juga menangkap gambar Nagakin Capsule milik Kisho Kurokawa, yang terdiri dari 140 kapsul prefabrikasi.

Lampu warna-warni yang tersebar dari bagian dalam apartemen menyinari foto, bersama dengan cahaya lampu jalan putih.

"Meskipun bangunan ini berasal dari masa lalu, mereka tampak seolah-olah mereka telah muncul dari masa depan yang jauh. Niat saya adalah agar pemirsa bertanya bukan 'di mana' mereka diambil tetapi 'kapan'," kata fotografer.

Fotografer Australia Tom Blachford menangkap suasana yang muram di Tokyo dengan latar belakang bangunan yang diterangi cahaya neon dalam referensi untuk film noir, khususnya film fantasi sci-fi 1982, Blade Runner.Tom Blachford Fotografer Australia Tom Blachford menangkap suasana yang muram di Tokyo dengan latar belakang bangunan yang diterangi cahaya neon dalam referensi untuk film noir, khususnya film fantasi sci-fi 1982, Blade Runner.
Blachford menghabiskan enam malam berturut-turut dengan mengambil foto bangunan di ibu kota Jepang antara jam 9 malam sampai jam 5 pagi.

Ia pun bereksperimen dengan berbagai titik pandang, termasuk atap, tangga, dan lift derek pekerja jalan.

"Setiap bangunan membutuhkan eksplorasi berjam-jam untuk menemukan sudut pandang yang sempurna apakah itu dari lift crane di atas atap, tangga atau jalan," jelas Blachford.


Komentar
Close Ads X