TORONTO, KOMPAS.com - Kasus rasial yang membelit Starbucks berbuntut panjang. Manajemen tak ingin insiden memilukan itu terulang lagi di belahan bumi mana pun.
Sedikit kilas balik, pada Kamis (12/4/2018), dua pria masuk ke gerai Starbucks di Philadelphia, Amerika Serikat, dan meminta izin untuk menggunakan kamar kecil.
Seorang karyawan lantas memberi tahu mereka bahwa fasilitas itu hanyalah untuk konsumen yang membayar.
Dua pria itu akhirnya duduk di dalam kedai tanpa memesan apa pun. Tak lama kemudian, manajer toko menghubungi polisi dan menahan keduanya karena telah masuk tanpa izin.
Terkait peristiwa itu, Starbucks di Amerika Serikat berencana menutup 8.000 tokonya pada 29 Mei untuk latihan anti-diskirminasi rasial.
Baca juga: Karyawannya Terbelit Kasus Rasial, Ini Tanggapan Bos Starbucks
Nah, rupanya aksi juragan kopi kelas wahid itu tak berhenti di sana. Latihan juga menjalar ke negara lainnya di luar Amerika Serikat.
Sebagaimana diwartakan CBC News, Sabtu (5/5/2018), Starbucks Kanada telah menjadwalkan 11 Juni sebagai hari tutup toko secara massal.
Sedikitnya 1.200 gerai Starbucks di Kanada tak akan melayani pengunjung hari itu.
Direktur Starbucks Kanada Michael Conway mengatakan, aksi tutup toko adalah bagian dari pembelajaran untuk seluruh karyawannya.
"Kami percaya setiap individu patut diperlakukan dengan layak," ucap Michael.
Lebih lanjut dia mengatakan, semangat utama yang ingin dicapai dari latihan itu adalah melayani pelanggan tanpa melihat latar belakang sosialnya.
Sebelumnya Chief Executive Starbucks Kevin Johnson juga mengeluarkan pendapatnya terkait masalah yang kadung terjadi.
Ia meminta maaf atas peristiwa tak menyenangkan di Philadelphia.
Menurut Kevin, perusahaan yang baik selayaknya belajar dari kesalahan dan mau memperbaikinya. "Itulah yang sedang kami lakukan," pungkas Kevin.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.