Kompas.com - 03/05/2018, 08:00 WIB
Mal. www.shutterstock.comMal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Damai Putra Group. Nama kelompok usaha ini memang tidak sementereng Ciputra Group, Sinarmas Land Group, atau Lippo Group. 

Namun demikian, ada beberapa catatan yang membuat perusahaan milik klan Benny Gunawan ini dianggap punya potensi menjadi the next big thing

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama, kepemilikan lahan seluas 2.200 hektar di Kota Harapan Indah, Bekasi. Dari total luas lahan ini, sekitar 1.500 hektar di antaranya belum terbangun.

Baca juga : Berkongsi dengan Jepang, Damai Putra Garap Apartemen

Jadi, masih ada peluang pengembangan pada masa depan dengan berbagai jenis dan fungsi properti yang dapat mengatrol nilai investasi sekaligus aset perusahaan.

Kedua, hutang perusahaan yang "hanya" senilai Rp 200 miliar. Mengenai hal ini, Damai Putra kerap menggunakan dana ekuitas untuk pengembangan-pengembangan produk baru.

Presiden Direktur Damai Putra Group Johannes Mardjuki menuturkan hal tersebut secara eksklusif kepada Kompas.com.

Johannes juga menilai prospek Bekasi dan rencana-rencana besar perusahaannya hingga 2020 mendatang.

"Kami akan membangun pusat belanja dengan konsep lifestyle atau gaya hidup, dan hotel bintang 3-4," ungkap Johannes.

Khusus mengenai pusat belanja, lanjut dia, akan dirancang dengan komposisi peruntukan peritel makanan dan minuman (F&B) dan hiburan (entertainment) sebanyak 60 persen, dan sisanya untuk peritel pakaian.

Pusat belanja ini diperuntukan bagi kelas menengah ke atas, mengikuti demografi pasar Bekasi dan penghuni Kota Harapan Indah yang didominasi kasta ini.

Nilai investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan mal ini sekitar Rp 350 miliar. Pembangunan akan dimulai pada awal 2019.

Selain pusat belanja, Damai Putra juga akan membesut pembangunan hotel berbintang 3-4 dengan jumlah kamar sekitar 200 unit dengan estimasi nilai investasi Rp 150 miliar.

Target

Ada pun target penjualan tahun ini untuk proyek-proyek yang tengah dikembangkan baik di Bekasi, Yogyakarta, maupun Surabaya sekitar Rp 1,5 triliun.

Menurut Johannes, kontribusi terbesar tetap dari penjualan residensial, dan ruko. Disusul penjualan Sayana Apartment yang hingga April ini telah terjual 50 persen dari total 500 unit.

Sementara penjualan aset sewa baru akan dihitung ketika kelak beroperasi.

"Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan pendapatan berkelanjutan atau recurring income meningkat menjadi 30 persen seiring dibukanya pusat belanja dan hotel tadi," tuntas Johannes.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.