Kompas.com - 30/04/2018, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis properti Indonesia tampaknya mulai kembali pulih. Terbukti beberapa pengembang berani melansir proyek-proyek baru dengan nilai triliunan Rupiah. 

Tak hanya pengembang nasional macam Ciputra Group, Sinarmas Land Group, atau Lippo Group, melainkan juga investor asing yang terpincut menggarap bisnis yang menunjukkan perbaikan ini.

Baca juga : Pengembang Singapura dan Indonesia Tanam Rp 600 Miliar di Bekasi

Satu di antaranya investor yang berbasis di Jepang, Daiwa House Industry. Langkah Daiwa menyusul investor dan pengembang Jepang yang lebih dulu masuk pasar properti Indonesia. Sebut saja, Mitsubishi Fudosan, Tokyu Land, Marubeni, dan lain-lain.

Tak tanggung-tanggung, Daiwa bakal mengembangkan proyek berkonsep superblok Sakura Garden City senilai Rp 10 triliun di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Dalam merealisasikan proyek seluas 10 hektar ini, Daiwa House Industry menjalin aliansi strategis dengan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development (JOIN), dan Trivo Group

Ketiganya membentuk usaha bersama PT Sayana Integra Properti dengan kepemilikan 60 persen untuk duo investor Negeri Matahari Terbit.

Baca juga : Ciputra dan Jepang Garap Apartemen Tanpa DP

Senior Executive Officer of Daiwa House Industry Nobuya Ichiki menuturkan, dipilihnya Indonesia sebagai wilayah ekspansi bisnis kondisi ekonomi dengan pertumbuhan stabil.

“Terutama, di daerah Jakarta yang merupakan pasar potensial bagi sektor properti, dengan kelas menengahnya yang sangat membutuhkan hunian,” kata Nobuya dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (30/4/2018).

Direktur Utama PT Trivo Orion Properti Robert Yapari menambahkan, proyek Sakura Garden City merupakan hunian apartemen yang mencakup 12 menara dengan total 5.000 unit.

"Kami menyasar segmen generasi milenial produktif yang bekerja di daerah Jakarta dan Bekasi," kata Robert.

Sakura Garden City akan dibangun dalam 4 tahap. Tahap pertama sebanyak 2.200 unit dalam empat menara dan 90 ruko, dimulai tahun ini dengan gross development value (GDV) Rp 1,5 triliun.

Tahap 2, akan dibangun empat menara untuk kelas menengah atas, tahap 3 sebanyak empat menara untuk kelas atas, dan tahap terakhir satu gedung perkantoran yang dilengkapi hotel bintang empat.

“Penyelesaian seluruh empat tahap ini dijadwalkan pada tahun 2024,” sambung Robert.

Sakura Garden City dirancang sebagai hunian terintegrasi transit oriented development (TOD) melalui stasiun LRT Ciracas.

Direktur PT Daiwa JOIN Indonesia Tubagus Nouval Haedar mengklaim Sakura Garden City merupakan hunian terintegrasi TOD tersebsar yang dibangun pengembang Jepang di Jakarta.

"Kami menempati lahan dengan lokasi tepat di seberang stasiun LRT Ciracas. Ini untuk memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuni menuju Jakarta, Bogor, dan sekitarnya,” tutup Tubagus.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.