Kompas.com - 27/04/2018, 08:44 WIB
Terminal baru bandara Internasional Ahmad Yani di Kota Semarang, Jawa Tengah. Terminal itu mampu menampung 6-7 juta penumpang tiap tahun. Nazar Nurdin/Kompas.comTerminal baru bandara Internasional Ahmad Yani di Kota Semarang, Jawa Tengah. Terminal itu mampu menampung 6-7 juta penumpang tiap tahun.

SEMARANG, KOMPAS.com - Interior gedung terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang diminta memperhatikan unsur kearifan lokal. Dengan nilai-nilai lokal, bandara baru bisa menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah.

Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo mengatakan hal tersebut seusai meninjau progres bangunan terminal bandara, Kamis (26/4/2018).

“Kami DPR sarankan agar diselesaikan yang rapi, termasuk sentuhan kearifan lokal, karena value yang banyak dilupakan. Bandara megah, tapi gak ada kearifan nanti tidak ada rasa memiliki,” kata Sigit.

Terminal bandara yang saat ini masuk dalam paket tahap 3 progres fisiknya mencapai 82,4 persen. Sementara paket 1 dan paket 2 sudah tuntas 100 persen.

Paket 4 berupa bangunan penunjang sebesar 14,6 persen dan paket 5 water managemen masih dalam progres yang sama.

Sigit menuturkan, bandara Ahmad Yani di ibu kota Jawa Tengah patut direvitalisasi. Lantaran bangunan fisik sudah lebih dari 80 persen maka desain interior juga harus diperhatikan agar dapat mencerminkan Jawa Tengah.

“Bandara ini kan di ibu kota Jawa Tengah. Mereka harus kerja sama dengan Pemda soal itu,” tambahnya.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Israwadi mempertimbangkan permintaan dari DPR itu. Angkasa Pura akan lebih mencermati desain interior agar itu bisa mencerminkan Jawa Tengah.

"Soal value lokal, desain interior lagi dilakukan, nanti dipertimbangkanlah itu,” timpal Israwadi.

Gedung terminal baru bandara Ahmad Yani saat ini tengah dikebut pekerjaannya untuk mengejar momen mudik Lebaran tahun 2018 ini. Rencananya, terminal baru dioperasikan pada bulan Juni mendatang.

Namun sebelum beroperasi, akan ada verifikasi terlebih dahulu dari Kementerian Perhubungan. Jika bulan Juni direncakanan operasional, maka pada akhir bulan Mei proses verifikasi itu akan dilakukan.

“Kalau akhir Mei selesai, Juni sudah bisa dilaksanakan, tapi menunggu inspeksi Kementerian Perhubungan,” tuntas Israwadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.