Kamis Ini, Menara Kompas Diresmikan

Kompas.com - 26/04/2018, 08:24 WIB
Gedung baru Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta, tempat berlangsungnya acara Syukuran KG, Kamis (26/1/2017). Acara yang tahun ini bertema Kreafit ini, merupakan kegiatan tahunan dan menjadi cara Kompas Gramedia mensyukuri setiap hasil yang telah dicapai selama ini. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGGedung baru Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta, tempat berlangsungnya acara Syukuran KG, Kamis (26/1/2017). Acara yang tahun ini bertema Kreafit ini, merupakan kegiatan tahunan dan menjadi cara Kompas Gramedia mensyukuri setiap hasil yang telah dicapai selama ini.

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah proses konstruksi selama tiga tahun, Menara Kompas segera diresmikan. Rencananya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan gedung setinggi 138 meter itu pada Kamis (26/4/2018) pagi.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja dijadwalkan turut hadir dalam peresmian ini, di antaranya Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo dan Menteri Hukum dan HAM Yasona H Laoly.

Baca juga : Melihat Keindahan Menara Kompas dari Udara

Kemudian, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Selain itu, hadir pula Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Menara Kompas merupakan simbol dari integrasi newsroom berbentuk pena, yang merupakan salah satu bagian penting dari proses kerja jurnalis dalam mengungkapkan pikiran manusia.

Menara ini sekaligus menjadi simbol keberlanjutan dari perkembangan media cetak ke media elektronik dari grup media ini.

Menara Kompas dibangun dengan fasad yang terbuat dari bahan metalik alumunium. Fasad ini dirancang dengan perforasi berpola digital acak, sebagai abstraksi dari media elektronik masa kini dan masa depan.

Bentuk bangunannya persegi delapan dan seakan berasal dari lembaran-lembara yang tersusun menutupi, membungkus dan mengamankan pena orisinil yang menjulang. Lembaran-lembaran tersebut berdiri kokoh dan tegak layaknya lembaran berita yang tertata rapi.

Kesan dinamis dan eyecatching dapat dilihat dari proporsinya yang miring pada bagian atas dari layering.

Sementara, pada bagian bawah merpakan gunungan rumput yang menjadi simbol bumi Nusantara, di mana Kompas Gramedia Group berkarya selama lebih dari lima dasawarsa terakhir ini.

Berikut video Menara Kompas karya Ebert Ojong:

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X