Progres 12 Persen, "Underpass" Karangsawah Belum Bisa Dilewati Pemudik

Kompas.com - 25/04/2018, 19:45 WIB
Kepala PPK Underpass Karangsawah dan Jembatan Kol Sunandar Cs tengah menjelaskan progres pembangunan underpass Karangsawah, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (25/4/2018). Hilda B. AlexanderKepala PPK Underpass Karangsawah dan Jembatan Kol Sunandar Cs tengah menjelaskan progres pembangunan underpass Karangsawah, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (25/4/2018).

BREBES, KOMPAS.com - Perkembangan pembangunan Underpass Karangsawah di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih berada pada kisaran 12 persen.

Kepaka PPK Underpass Karangsawah dan Jembatan Kolonel Sunandar CS Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Alik Mustakim mengungkapkan hal tersebut dalam perbincangan khusus dengan Kompas.com, Rabu (25/4/2018).

Menurut Alik, perkembangan ini meleset dari target yang seharusnya 15 persen per Senin (23/4/2018). Dengan demikian underpass ini tidak dapat difungsikan saat perhelatan mudik Lebaran tahun ini.

Padahal, proyek dengan nilai konstruksi Rp 80 miliar tersebut termasuk dalam proyek yang dilelang dini pada 2017 lalu. 

Namun begitu, Alik optimistis pembangunan fisik Underpass Karangsawah bisa rampung pada 4 September mendatang.

"Ini membutuhkan waktu 210 hari kerja. Kami optimistis bisa rampung dan dioperasikan 4 September 2018," ujar Alik.

Kendala

Proyek Underpass Karangsawah merupakan satu dari lima perlintasan kereta yang sedianya dibangun bersamaan untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran 2017.

Pekerjaan underpass Karangsawah, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (25/4/2018). Hilda B. Alexander Pekerjaan underpass Karangsawah, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (25/4/2018).
Empat perlintasan lainnya yang terbangun dan telah beroperasi adalah fly over Dermoleng, Klonengan, Kesambi, dan Kretek.

Alik menuturkan, karena ada kendala perizinan, realisasi proyek Underpass Karangsawah ini baru dilaksanakan tahun 2018.

"Ada dua kendala perizinan yang harus kami penuhi lebih dahulu, baru kemudian bisa mengerjakan proyek ini," sambung Alik.

Dua kendala itu adalah izin prinsip yakni skema proyek tahun jamak (multi years) yang keluar 31 Januari 2018. Kendala kedua adalah izin perlintasan sebidang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X