Kompas.com - 22/04/2018, 20:00 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Angin ribut terus menerus menghantam sektor ritel Inggris. Aset properti para pebisnis pun lenyap satu demi satu.

Hal itu sebagaimana dialami peritel pakaian kelas premium Marks and Spencer.

Baca juga : Direktur Pemasaran Marks & Spencer Hengkang

Setelah mengumumkan penutupan 14 gerainya di seluruh Inggris beberapa waktu lalu, Marks and Spencer kembali melepas portofolio bisnisnya.

Kali ini, sebuah pusat distribusi barang di Hardwick Grange, Warrington, bersiap tutup per September mendatang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari aksi transformasi bisnis Marks and Spencer untuk 5 tahun ke depan.

Sebelumnya, pusat distribusi barang Marks and Spencer di jantung kota London sudah terlebih dahulu tumbang pada Januari silam.

Untuk penutupan pusat distribusi barang di Warrington, nasib sebanyak 450 karyawan terancam.

Baca juga : Kisah di Balik Tumbangnya Gerai Marks & Spencer...

Direktur Marks and Spencer Gordon Mowat mengatakan, penutupan pusat distribusi barang diyakini bisa mengurangi kerumitan bisnis peritel itu.

Perusahaan retail asal Inggris Marks and Spencers, ikut memberikan diskon besar hingga 50 persen saat Black Friday di London, Jumat (27/11/2015)Bayu Galih/Kompas.com Perusahaan retail asal Inggris Marks and Spencers, ikut memberikan diskon besar hingga 50 persen saat Black Friday di London, Jumat (27/11/2015)
"Bagaimana pun, keputusan ini (penutupan) tidaklah diambil secara mudah," ucap Gordon, seperti dilansir The Guardian, Minggu (22/4/2018).

Meskipun menutup pusat distribusi barang di Warrington, lanjut Gordon, pihaknya berharap dapat membuka pusat distribusi di tempat lain.

Namun, manajemen Marks and Spencer tidak ingin lagi mengelolanya sendiri. Mereka lebih memilih bekerja sama dengan perusahaan ekspedisi, seperti DHL.

"DHL punya rekam jejak kerja sama yang baik dengan kami. Ini bisa jadi hal bagus untuk arus distribusi barang kami," tuntas Gordon.

Sekadar informasi, belum lama ini DHL menjadi sorotan di Inggris.

Perusahaan itu dinilai bertanggung jawab karena gagal memasok ayam ke seluruh gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) di Inggris.

Restoran cepat saja tersebut sampai tutup beberapa hari akibat tidak memiliki ayam untuk digoreng.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.