Pemenang Tender TOD Poris Diumumkan Akhir Juni - Kompas.com

Pemenang Tender TOD Poris Diumumkan Akhir Juni

Kompas.com - 17/04/2018, 17:38 WIB
Pintu gerbang M1 Bandara Soekarno-Hatta kini dibuka kembali setelah proyek TOD selesai dibangun dan kini sedang diuji coba untuk parkir kendaraan masyarakat dan pegawai di lingkungan bandara. KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Pintu gerbang M1 Bandara Soekarno-Hatta kini dibuka kembali setelah proyek TOD selesai dibangun dan kini sedang diuji coba untuk parkir kendaraan masyarakat dan pegawai di lingkungan bandara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tengah merancang pengembangan berbasis transit (TOD) Poris Plawad di Kota Tangerang.

Proyek ini dilakukan BPJT dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) melalui proses tender.

Baca juga : Barang Seksi Bernama TOD Itu Belum Dipayungi Aturan

"Proyek ini sebenarnya swasta yang usulkan, tapi pengembangannya nanti harus ditender dulu. Pengumuman tender targetnya pertengahan sampai akhir Juni," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono kepada Kompas.com di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Saat ini, Kota Tangerang memiliki simpul transportasi utama, di antaranya adalah Terminal Poris Plawad yang merupakan terminal Tipe-A di Kecamatan Cipondoh.

Di sekitar terminal tersebut juga ada Stasiun Batu Ceper yang melayani kereta komuter Tangerang-Duri dan Railink Kereta Bandara dari Stasiun Sudirman Baru hingga Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sementara itu, potensi TOD Poris Plawad ini dalam radius sampai 400 meter selain jaringan kereta komuter Tangerang-Duri, juga ada rencana pengembangan LRT yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Kota Tangerang Selatan.

Baca juga : Jika Tak Direncanakan dengan Matang, TOD Berpotensi Sumbat Arus Lalin

Selain itu, ada pula pembangunan ruas tol Jakarta Outter Ring Road (JORR) 2 dan rencana pembangunan elevated busway terusan Ciledug.

"Nanti di layer bawah TOD Poris menjadi pusat transit penumpang, layer kedua area komersial, ketiga perkantoran, dan keempat apartemen," tutur Bambang.

Proyek ini memiliki nilai investasi berkisar Rp 1 triliun-Rp 2 triliun dengan Internal Rate of Return (IRR) lebih dari 15 persen.

Aset yang dikerjasamakan BPTJ adalah tanah seluas 1,9 hektar. Adapun pemrakarsa proyek ini adalah PT Mina Transindo.


Komentar
Close Ads X