Jakarta Berminat Operasikan Bus Jadebotabek Bertarif Rp 3.500 - Kompas.com

Jakarta Berminat Operasikan Bus Jadebotabek Bertarif Rp 3.500

Kompas.com - 13/04/2018, 23:59 WIB
Kemacetan parah terjadi di Simpang Matraman hingga Tambak, Selasa (10/4/2018).KOMPAS.com/ Stanly Ravel Kemacetan parah terjadi di Simpang Matraman hingga Tambak, Selasa (10/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mulai menerapkan paket kebijakan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Jakarta-Tangerang.

Paket kebijakan ini meliputi pembatasan pelat nomor ganjil-genap, penerapan lajur khusus kendaraan umum, dan pengembangan rute JR Conexxion di lokasi perumahan.

Baca juga : Demi Integrasi, Pemprov DKI Hapus 117 Trayek Angkot dan Bus

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah mengaku tertarik untuk ikut melayani masyarakat dengan menyediakan bus besar bertarif murah.

"Saya bilang sama BPTJ, jangan keluarkan bus premium terus. Memang orang sana mau bayar Rp 20.000 semua?" ujar Andri saat Urban Transport Discussion bertema "Mimpi Integrasi Angkutan Umum di Jakarta", Kamis (12/4/2018) malam.

Andri mengatakan, Dishub memiliki bus dengan kondisi baru dan bertarif Rp 3.500 per penumpang untuk sekali perjalanan.

Baca juga : Baru Dua Operator Bus Kecil yang Bergabung dengan OK Otrip

Ia pun tak segan-segan untuk meminta perizinan dari BPTJ agar dapat mengoperasikan bus tersebut.

"Saya ada uang, public service obligation (PSO) saya siapkan, bus saya siapkan," tutur Andri.

Meski ada bus bertarif murah, ia mengatakan, tidak akan mematikan bus premium karena ada beberapa orang yang memilih untuk menggunakan bus tersebut.

Dengan adanya kedua pilihan transportasi umum, yakni untuk masyarakat kelas menengah ke atas dan kelas menengah ke bawah, Andri yakin pemakaian kendaraan pribadi khususnya di jalan tol akan berkurang.



Close Ads X