Transaksi Rumah Seken Jakarta Anjlok 60 Persen - Kompas.com

Transaksi Rumah Seken Jakarta Anjlok 60 Persen

Kompas.com - 10/04/2018, 20:00 WIB
Ilustrasi rumah.www.apartmenttherapy.com Ilustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com – Tak seperti rumah pertama, tansaksi rumah seken di Jakarta anjlok signifikan. Menurut catatan Asosiai Real Estat Broker Indonesia (AREBI) turunnya transaksi bis sampai 60 persen.

Penyebabnya adalah harga tanah yang terus meroket dari tahun ke tahun. Bahkan, di beberapa kawasan Jakarta, harganya sudah menyentuh angka Rp 100 juta per meter persegi.

Selain itu, kalangan pembeli rumah seken lebih memilih aksi menunggu momentum yang tepat, pasca perhelatan kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan Pemilihan Prsiden (Pilpres) 2019.

“Jujur penjualan anjlok sampai 60 persen, terutama Kebayoran (Jakarta Selatan). (Jakarta) Pusat karena nilainya juga tinggi turun juga. Yang masih cukup berkembang itu Jakarta Timur karena nilainya cukup bagus dan harganya banyak yang di bawah Rp 1 miliar,” ungkap Ketua DPD AREBI Jakarta Clement Francis menjawab pertanyaan Kompas.com, di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Secara umum, para pembeli hunian seken ini didominasi oleh masyarakat yang telah berusia 40 tahun ke atas. Hal itu disebabkan, dari sisi finansial lebih stabil dibandingkan kelompok generasi milenial.

“Mereka yang berusia tersebut living standard-nya cenderung sudah naik,” tambah Clement.

Untuk generasi milenial, kata dia, lebih banyak memilih hunian baru. Hal ini disebabkan adanya berbagai kemudahan fasilitas yang ditawarkan oleh pengembang, sehingga mampu menjangkau kantong kelompok ini.

Misalnya, kemudahan dalam hal cicilan uang muka atau pemberian gimmick tertentu yang menarik minat mereka.

“Milenial ini juga lebih banyak memilih apartemen. Hampir 60 persen mereka itu mencari apartemen,” tuntas Clement.



Close Ads X