Finlandia, Negara Paling Bahagia di Dunia

Kompas.com - 06/04/2018, 12:00 WIB
Market square di Kota Turku, Finlandia di mana sejumlah orang menjadi korban penusukan Jumat sore.  Lehtikuva/Reuters Market square di Kota Turku, Finlandia di mana sejumlah orang menjadi korban penusukan Jumat sore.

KOMPAS.com - Finlandia berada di puncak daftar negara-negara paling bahagia di dunia, menurut World Happiness Report 2018, diikuti oleh Norwegia, Denmark, Islandia, Swiss dan Belanda.

Negara-negara Nordik mengambil empat peringkat dari lima teratas, dan dikenal baik tingkat kestabilan, keamanan dan secara sosial progresifnya. Hanya ada sedikit korupsi di sana, dan polisi serta politisi dipercaya masyarakat.

Uang tidak bisa membeli kebahagiaan

Di sisi lain, beberapa negara terkaya di dunia, termasuk Amerika Serikat dan Jepang, berada di daftar terbawah.

Kesenjangan antara kekayaan dan kebahagiaan telah menyebabkan para pembuat kebijakan memperluas ruang lingkup mereka dan mencari indikator lain untuk menilai kesehatan bangsa-bangsa, bukan hanya mengukur keberhasilan ekonomi melalui PDB saja.

Meski demikian, kebahagiaan atau kesejahteraan adalah subjektif dan sangat sulit diukur.

Laporan ini didasarkan pada survei internasional. Ribuan responden diminta untuk membayangkan sebuah tangga dengan langkah nomor 0 hingga 10 kemudian membayangkan di mana mereka merasa cocok berdiri menggambarkan tempat tinggalnya.

Warga Finlandia tersenyum saat memakai atribut bernuansa bendera negaranya saat Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, Februari lalu.AFP/ANDREJ ISAKOVIC Warga Finlandia tersenyum saat memakai atribut bernuansa bendera negaranya saat Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, Februari lalu.
Terdapat enam faktor penting yang berkontribusi terhadap kebahagiaan yaitu PDB per kapita, dukungan sosial, harapan hidup, kebebasan untuk membuat pilihan hidup, kemurahan hati dan tingkat korupsi.

Meskipun AS memiliki peringkat tinggi untuk pendapatan per kapita, ia hanya menduduki peringkat 18 dari 156 negara, jauh di bawah negara-negara yang paling kaya.

Hal tersebut karena AS berkinerja buruk pada tindakan sosial seperti harapan hidup telah menurun, ketidaksetaraan telah tumbuh dan kepercayaan pada pemerintah telah jatuh.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X