Harga Sewa Perkantoran di CBD Jakarta Naik Tipis

Kompas.com - 04/04/2018, 18:00 WIB
Ilustrasi perkantoranwww.shutterstock.com Ilustrasi perkantoran

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga sewa yang ditawarkan perkantoran di kawasan pusat niaga atau central business district (CBD) Jakarta pada kuartal I-2018 naik 10 persen, bila dibandingkan kuartal IV-2017. Namun, kenaikan tersebut bukan dipicu tingginya permintaan.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, kenaikan penawaran ini diakibatkan beroperasinya gedung perkantoran baru untuk segmen premium.

Selain itu, harga tanah juga merangkak naik setiap tahunnya.

Baca juga : Tarif Sewa Kantor di Pusat Bisnis Jakarta Terkoreksi 2 Persen

“Tapi ini harga penawarannya, bukan harga transaksi,” kata Ferry saat memberikan paparan di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Untuk harga transaksi, Ferry mengaku, kurang mengetahui secara pasti. Sebab, ada berbagai macam transaksi yang dilakukan antara pengembang dan penyewa.

“Ini sulit datanya, kecuali untuk data pada perkantoran kami. Kami tidak bisa melihat transaksi yang dilakukan oleh konsultan lain atau transaksi in house,” tutur Ferry.

Saat ini, harga sewa untuk perkantoran segmen premium naik hampir Rp 10.000, yaitu menjadi Rp 459.110 per meter persegi per bulan.  

Sementara, untuk perkantoran Grade A harga sewa dipatok Rp 311.055 per meter persegi per bulan.

Adapun harga sewa untuk perkantoran Grade B dan Grade C masing-masing Rp 226.399 per meter persegi per bulan dan Rp 175.445 per meter persegi per bulan.

Sementara itu, dilihat dari sisi wilayah, harga sewa perkantoran yang ditawarkan di kawasan Sudirman menempati posisi tertinggi yakni Rp 355.228 per meter persegi per bulan.

Harga sewa terendah berada di kawasan Rasuna Said yaitu Rp 250.929 per meter persegi per bulan.




Close Ads X