Gedung-gedung Tinggi di Jakarta Dirancang Tahan Gempa Magnitudo 8

Kompas.com - 07/03/2018, 23:00 WIB
Ilustrasi gempa bumi.AFP Ilustrasi gempa bumi.

  JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa megathrust di selatan Jawa diperkirakan akan dirasakan dampaknya hingga ke Jakarta. Meski demikian, gedung-gedung bertingkat di ibu kota Tanah Air ini diprediksi masih tahan dalam menghadapi guncangan tersebut.

"Secara keseluruhan bangunan di Jakarta didesain tahan gempa, tahan badai, semuanya. Relatif lebih aman," kata Sekretaris Umum BPD Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Erwin Princen Sihite menjawab pertanyaan Kompas.com, Rabu (7/3/2018).

Sesuai Peraturan Bangunan Indonesia (PBI) struktur bangunan di Indonesia dirancang untuk bisa tahan menghadapi gempa dengan guncangan magnitud 8.

Hal itu menjadi pedoman bagi para ahli sipil setiap kali mendesain sebuah bangunan yang akan dibangun.

"Bangunan sendiri saya yakin sekarang sudah adapted dengan gempa. Jadi saya pikir bagaimana sekarang kesiapan dalam menghadapi gempa, bukan bangunannya," sambung Erwin.

Ancaman gempa tersebut sebelumnya disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Ia mengimbau agar Pemprov DKI bersiap diri agar dampak bencana akibat gempa dapat ditekan.

"Apapun kajian para pakar, gempa masih akan terus terjadi di ibu kota. Namun yang belum bisa dipastikan adalah kapan gempa itu terjadi dan berapa kekuatannya" kata Dwikorita.

"Persepsi Jakarta aman gempa keliru. Gempa Lebak dengan magnitudo 6,1 pada 23 Januari 2018, getarannya juga dirasakan di Jakarta. Intensitasnya saja mencapai V-VI MMI," imbuhnya.

Menurut Dwikorita, Gempa bersumber dari patahan di sekitar Jakarta bisa berkisar antara magnitudo 6 hingga 8,7. Sumber gempa bukan hanya sesar daratan tetapi juga subduksi di lautan.

Jakarta juga bisa terdampak megathrust selatan Jawa yang berpotensi terjadi.

"Gempa efek Lebak yang lalu, itu baru 1/10 dari kekuatan gempa yang diperkirakan magnitudonya 8,7 SR. Bagaimana kalau gempa megathrust?" ungkapnya.

Peneliti gempa BMKG, Daryono, mengatakan bahwa jika gempa megathrust selatan Jawa terjadi, guncangan akibat gempa di jakarta bisa mencapai 7 MMI.

"Itu berarti berpotensi merusak," tuntasnya.



Close Ads X