Kompas.com - 03/03/2018, 13:41 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di samping proyek pembangunan Jalan Layang Tol Depok-Antasari di jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (11/9/2017). Jalan tol Depok-Antasari (Desari) merupakan jalan tol penghubung Kota Jakarta Selatan dan Kota Depok sepanjang 12 kilometer yang diprediksi akan mengurangi kepadatan di jalan tol Jagorawi dan kemacetan di jalur utama TB Simatupang dan Lenteng Agung yang ditargetkan akan selesai pada 2018. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras/17 ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTASejumlah kendaraan melintas di samping proyek pembangunan Jalan Layang Tol Depok-Antasari di jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (11/9/2017). Jalan tol Depok-Antasari (Desari) merupakan jalan tol penghubung Kota Jakarta Selatan dan Kota Depok sepanjang 12 kilometer yang diprediksi akan mengurangi kepadatan di jalan tol Jagorawi dan kemacetan di jalur utama TB Simatupang dan Lenteng Agung yang ditargetkan akan selesai pada 2018. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras/17

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah berbagai kejadian kecelakaan infrastruktur, PT Waskita Toll Road (WTR) anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk tetap menjalankan pembangunan jalan tol.

Tahun ini, Waskita menyelesaikan 11 ruas tol di Indonesia yang akan disusul pengoperasian tol tersebut.

"Target peresmian otomatis juga target operasional sebanyak 11 ruas dengan panjang sekitar 436 kilometer," ujar Presiden Direktur Waskita Toll Road Herwidiakto kepada Kompas.com, Jumat (2/3/2018).

Ruas tersebut adalah Pejagan-Pemalang sepanjang 37 kilometer, Pemalang-Batang 39 kilometer, Semarang-Batang 75 kilometer, Solo-Ngawi 98 kilometer, Ngawi-Kertosono 87 kilometer, dan Krian-Legundi-Bunder 10 kilometer.

Selain itu, ruas yang juga mulai beroperasi tahun ini adalah Kayu Agung-Palembang-Betung, Pasuruan-Probolinggo 18 kilometer, Cimanggis-Cibitung 3 kilometer, Bogor-Ciawi-Sukabumi 15 kilometer, serta Depok-Antasari 7 kilometer.

"Itu yang dibawah WTR baik yang majority maupun minority," sebut Herwidiakto.

Ia menambahkan, ruas-ruas tersebut akan mulai beroperasi secara bertahap pada waktu yang berbeda. Ada yang beroperasi April, Mei, Juni, dan setelah Lebaran 2018.

Sementara itu, terkait sejumlah insiden yang terjadi pada pekerjaan Waskita, Herwidiakto mengatakan akan meningkatkan pengawasan kerja di lapangan.

Ia juga berkomitmen akan melaksanakan rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X