Jalan Tol BORR IIB Beroperasi Pertengahan April 2018

Kompas.com - 28/02/2018, 19:30 WIB
Pekerjaan akhir Jalan Tol BORR II B, Bogor, Jawa Barat. Jasa MargaPekerjaan akhir Jalan Tol BORR II B, Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Marga Sarana Jabar (MSJ), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., yang mengelola proyek Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) telah menyelesaikan pengangkatan box girder terakhir.

Dengan dipasangnya box girder terakhir tersebut, konstruksi layang (elevated) antara Kedung Badak dan Simpang Yasmin (Seksi IIB) sepanjang 2,65 kilometer sudah tuntas tersambung.

Baca juga : BORR Jadi Proyek Tol Pertama Lolos Evaluasi Pascamoratorium

Target jadwal pemasangan box girder yang semula diproyeksikan rampung pada Juni 2018, telah dipercepat sehingga dapat diselesaikan pada Maret 2018.

"Rencananya, Jalan Tol BORR Seksi IIB siap dioperasikan penuh pada pertengahan April 2018," ujar Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar Hendro Atmodjo melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (28/2/2018).

Pekerjaan Tol BORR II B memasuki pemasangan box girder terakhir.Jasa Marga Pekerjaan Tol BORR II B memasuki pemasangan box girder terakhir.
Jadwal pemasangan box girder tersebut tidak terdampak oleh moratorium dari Kementerian PUPR, karena PT MSJ telah mendapatkan izin atau lulus audit yang pertama dari Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan.

Dengan demikian, proyek tersebut diizinkan kembali beroperasi setelah berhenti hanya empat hari.

Sebagai kelengkapan sertifikasi laik fungsi, proyek tersebut akan dilakukan uji beban maksimum, yang akan dilakukan oleh Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan, pada Kamis, 1 Maret 2018.

Pekerjaan Tol BORR II B diizinkan kembali beroperasi setelah berhenti hanya empat hari, pasaca moratorium.Jasa Marga Pekerjaan Tol BORR II B diizinkan kembali beroperasi setelah berhenti hanya empat hari, pasaca moratorium.
Pengecekan tersebut dilakukan guna memastikan kekuatan konstruksi, kelayakan fungsi konstruksi elevated, serta memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa jalan layang ini laik fungsi saat beroperasi.

Setelah melakukan pengaspalan, perambuan, marka, PJU, pemasangan CCTV, serta uji kekesatan dan kerataan jalan, maka pada pertengahan Maret 2018, PT MSJ akan mengajukan setifikat laik operasi kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Perhubungan, dan Polri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X