Pasokan Banyak, Jual Apartemen di Bintaro Diprediksi Sulit

Kompas.com - 18/02/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi apartemen thinkstockIlustrasi apartemen

BINTARO, KOMPAS.com - Berbeda dengan Serpong atau Bekasi, pengembang apartemen di Bintaro, Tangerang Selatan, diyakini akan menghadapi tantangan lebih sulit dalam penjualan.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanulangkit mengatakan, kawasan Serpong selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di sekitar Jakarta.

Tak heran bila banyak pengembang yang membangun apartemen di sana mengincar mahasiswa sebagai pasarnya.

Baca juga : Bukan Incaran, Harga Apartemen di Bintaro Harusnya Lebih Miring

Demikian halnya para investor yang membeli apartemen di sana, juga menjadikan mahasiswa sebagai target unit yang mereka sewakan.

Sementara di Bekasi, pembangunan pusat perbelanjaan serta sarana transportasi publik  cukup pesat. Hal itulah yang menjadi salah satu pertimbangan pengembang membangun banyak apartemen di sana.

"Saya kira pasti penjualan (di Bintaro) agak berat. Sulit. Sekarang apartemen-apartemen yang ada di Jakarta itu over supply. Di Jakarta Selatan saja itu banyak sekali supply-nya," kata Panangian kepada Kompas.com, Sabtu (17/2/2018).

Ilustrasi apartementhinkstock Ilustrasi apartemen
Hal ini juga terlihat dari riset Jones Lang LaSalle (JLL). Dalam laporannya, JLL menyebut selama 2015 hingga semester 2017, penjualan tidak sesuai ekspektasi. Bahkan, cenderung melemah, hanya 1.300 unit terjual selama periode tersebut,. 

Dengan demikian secara kumulatif, dari total 138.000 unit apartemen eksisting, terserap pasar 63 persen atau 58.000 unit.

Baca juga : Kredit Apartemen Tipe Kecil Masih Mengalami Kontraksi

Akibatnya, harga apartemen berjalan datar atau flat. Tidak ada pertumbuhan harga sama sekali. 

Namun demikian, JLL melihat tahun ini akan ada perbaikan penjualan untuk beberapa proyek tertentu. Hal ini didasari oleh harga apartemen yang terjangkau, unit yang lebih kecil, pengembang dengan reputasi baik, dan lokasi strategis. 

Nah, menurut Panangian, salah satu pertimbangan masyarakat dalam membeli apartemen adalah lokasi yang strategis dengan kemudahan akses untuk menuju lokasi tempat mereka sering beraktivitas.

Oleh karena itu, ia menyarankan pengembang tidak mematok harga yang terlalu tinggi bila ingin menjual apartemen mereka di Bintaro. Terlebih, mayoritas penghuni Bintaro adalah kelompok babby boomers bukan milenial.

"Bukan berarti tidak ada permintaan, cuma itu artinya dia (pengembang) harus membuat analisa. Kalau kalangan muda lebih suka tinggal di Serpong karena dia dekat dengan kampus, atau tinggal di Bekasi karena dekat dengan mal. Itu karena ada pusat pertumbuhan," tutup Panangian.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X