Pasokan Properti Komersial Terus Tumbuh

Kompas.com - 16/02/2018, 14:00 WIB
Tampak Wisma 46 di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (12/02/2018). MAULANA MAHARDHIKATampak Wisma 46 di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (12/02/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasokan properti komersial tercatat mengalami kenaikan pada triwulan IV-2017.

Survei Perkembangan Properti Komersial Bank Indonesia (BI) menunjukkan, terjadi kenaikan 0,58 persen pada triwulan tersebut dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Baca juga : Antisipasi Rebound Perkantoran, BSDE Akuisisi Bakrie Tower

Pertumbuhan pasokan berasal dari segmen perkantoran yang menyumbang 2,26 persen. Terutama, untuk perkantoran jual yang mengalami kenaikan tertinggi di Surabaya.

"Kenaikan harga juga terjadi pada segmen apartemen, terutama apartemen di wilayah Balikpapan yang mengembangkan konsep mixed used, Banten, Surabaya, dan Jabodebek," tulis BI.

Baca juga : Tahun Ini, Pondok Indah Group Lansir PIM 3 dan Perkantoran Sewa

Selain perkantoran dan apartemen, segmen perhotelan juga menunjukkan peningkatan pasokan 1,6 persen.

Pasokan tertinggi berada di wilayah Denpasar, Bali, seiring dengan pengembangan sejumlah hotel baru.

Baca juga : Pemilu dan Asian Games Bakal Dongkrak Permintaan Hotel Tahun Ini

Beberapa pasokan itu seperti Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bay untuk segmen bintang lima, dan beberapa hotel bintang empat di kawasan Jimbaran, Pecatu, Seminyak dan Canggu.

"Secara tahunan, indeks properti komersial juga mengalami kenaikan 1,37 persen, melambat dibandingka 1,39 persen pada triwulan sebelumnya," tulis BI.

Pertumbuhan pasokan terutama terjadi pada segmen apartemen sebesar 5,89 persen, khususnya apartemen strata dan segmen perkantoran. Lebih khusus, kenaikan perkantoran jual terjadi di Jabodebek dan Surabaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X