Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/02/2018, 16:00 WIB

KENDAL, KOMPAS.com - Proyek Tol Batang-Semarang yang tengah dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk berdampak pada kerusakan jalan di sekitarnya.

Truk-truk dan kendaraan bertonase tinggi pengangkut material yang lalu lalang menuju dan dari proyek jalan tol tersebut menjadi penyebab 22 ruas jalan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, rusak berat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sugiono, mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com, Kamis (15/2/2018).

Menurut Sugiono, dari 22 ruas jalan yang rusak itu, memang beberapa sudah ada yang diperbaiki oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Di antaranya Jalan Weleri-Sedayu dan Dampal Magangan.

 

"Belum seluruhnya. Jadi kami sepakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, menandatangani perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MOU), terkait jalan-jalan yang dilewati angkutan berat pembawa material jalan tol," tutur Sugiono.

Waskita menyepakati perbaikan jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol. Hanya, jalan yang diperbaiki beberapa ratus meter saja. Terutama akses yang berdekatan dengan jalan tol.

Padahal angkutan berat pembawa material proyek jalan tol itu, juga melewati jalan lainnya. Kondisinya juga sama-sama rusak.

“Paling panjang jalan yang akan diperbaiki oleh Waskita hanya 2 kilometer,” cetus Sugiono.

Untuk itu, tambah Suigino, pihaknya akan meminta anggaran kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, untuk memperbaiki jalan rusak.

Sugiono mengatakan, Pemkab Kendal belum punya anggaran untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak.

“Panjang jalan di Kabupaten Kendal ada sekitar 770 kilometer. Yang masuk kategori rusak berat ada 180 kilometer,“ cetus Sugiono.

Menurut dia, tahun ini Pemkab Kendal hanya mampu menganggarkan Rp 50 miliar untuk perbaikan jalan. Uang sebesar itu, hanya bisa melapisi jalan dengan beton sekitar 40 kilometer.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+