Pengembang Pastikan Asian Games Bisa Dorong Penjualan Apartemen

Kompas.com - 07/02/2018, 14:08 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur di kawasan Gelora Bung Karno, Permata Hijau, Simprug, untuk menyambut Asian Games pada Agustus mendatang, diharapkan memberi dampak positif bagi pertumbuhan penjualan apartemen di kawasan itu. Ini mendorong pengembang apartemen terus berbenah dan bekerja cepat untuk memastikan proyeknya sesuai target pembangunan.

Harapan itu salah satunya disampaikan GM Marketing Permata Hijau Suites (PHS) Ivonne Suwandi di sela Indonesia Property Expo 2018 di Hall B Jakarta Convention Center, Rabu (7/2/2018). PHS merencanakan serah terima unit secara bertahap mulai 2019 mendatang.

"Direncanakan serah terimanya bertahap mulai September 2019 nanti. Kami yakin perubahan wajah infrastruktur kawasan GBK, untuk menyambut Asian Games pada Agustus nanti akan berdampak besar untuk kawasan Permata Hijau, terutama penjualan apartemen. Ini momentum awal menggeliatnya properti di 2018," ujarnya.

PHS merupakan proyek garapan PT Palmerindo Properti, yakni konsorsium pengembang Pulauintan Development, Terry Palmer Group serta Ateja Group. Ini adalah proyek hunian eksklusif 36 lantai yang dibangun di lahan sekitar 9.000 meter dengan dua menara; Ebony (320 unit) dan Ivory (329 unit) bersertifikat strata title.

Proyek ini dipasarkan mulai Rp 1 hingga Rp 2,7 miliaran sesuai varian unitnya. Ivone menambahkan, nilai cicilan pada tiga tipe unit di apartemen ini sama, hanya Rp 19,9 Juta per bulan sesuai syarat atau ketentuannya.

"Artinya, nilai angsuran bukan lagi kendala dan konsumen bisa lebih untung dengan memilih unit tipe besar dibandingkan yang ukuran kecil," ucapnya. 

Masuk dalam kategori kawasan elit Jakarta Selatan, lanjut Ivone, PHS dikelilingi bermacam fasilitas publik dan dekat dengan area bisnis Jakarta yang hanya dalam radius kurang lebih 2,5 kilometer.

Baca: Jakarta Selatan Masih Favorit Orang Asing

"Kami memang membidik ceruk pasar pekerja muda profesional dan eksekutif mapan yang sering terabaikan. Kenapa, karena umumnya mereka terpaksa membeli unit terkecil dan belum tentu sesuai kebutuhannya karena kemampuan daya beli. Dengan model cicilan yang sama itu kami ingin menggebrak jualan tahun ini," ujar Ivone.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.