Kompas.com - 04/02/2018, 19:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sulit mendapatkan rumah, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menghadapi dilema baru, yaitu rumah yang dibelinya tidak layak huni.

Dalam hal ini, rumah tidak layak huni berdasarkan spesifikasi di bawah standar atau minim infrastruktur pendukung.

Meski demikian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengklaim, jumlah yang rusak ini tidak banyak.

"Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPKP) sudah meneliti secara keseluruhan, (rumah yang rusak) di bawah 5 persen," ujar Direktur Utama BTN Maryono usai pembukaan Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Ia mengatakan, jika dilihat dari total rumah yang telah disalurkan KPR-nya melalui BTN mencapai 7 juta unit sejak tahun 1974, maka 5 persen bukan angka yang besar.

Maryono menambahkan, selama ini, rumah yang rusak hanya pada kasus tertentu. Penyebabnya pun bermacam-macam, antara lain karena pembelinya tidak langsung menempati.

Rumah yang rusak sebelum dihuni juga karena unit tidak langsung terjual dan dibiarkan kosong.

Menurut Maryono, ada rumah yang sudah dibangun tetapi baru laku setahun sampai 2 tahun kemudian.

Padahal, di satu sisi, kualitas rumah yang paling bagus sekalipun, akan cepat rusak kalau tidak langsung dihuni.

"Ke depan kita akan jaga kualitas (rumah) sehingga konsumen tidak lagi merasa tidak nyaman," tuntas Maryono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.