Kompas.com - 04/02/2018, 17:00 WIB
Booth pameran PT Wepro Citra Sentosa di lokasi pameran IPEX 2018 Jakarta Convention Center, Senayan, Sabtu (3/1/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTOBooth pameran PT Wepro Citra Sentosa di lokasi pameran IPEX 2018 Jakarta Convention Center, Senayan, Sabtu (3/1/2018).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah memang terus mendorong masyarakat untuk memiliki rumah. Berbagai stimulus pun diberikan, terutama kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membeli rumah pertama.

Hal itu antara lain dengan kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Namun, tak jarang pula ada MBR yang ditolak ketika mengajukan permohonan KPR FLPP.

Menurut Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono, ada beberapa alasan pengajuan KPR FLPP ditolak.

"Pertama, pasti dia karena (proses) BI checking," kata Maryono saat kegiatan Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (3/2/2018).

Di dalam syarat pengajuan KPR FLPP, rumah yang dimohonkan harus rumah pertama. Selain itu, gaji pokok tidak boleh lebih dari Rp 4 juta untuk rumah tapak atau Rp 7 juta untuk rumah susun atau apartemen.

Meski kedua syarat itu telah dipenuhi, Maryono menyebut, bukan berarti persetujuan langsung disetujui.

"Mungkin, menunggak kartu kredit atau ada tunggakan di bank lainnya. Ini yang menyebabkan gagal, bukan berarti kami mempersulit," kata dia.

Maryono memastikan, jumlah permohonan masyarakat yang ditolak BTN hanya sebagian kecil dari total KPR FLPP yang telah disalurkan BTN tahun lalu.

"Tahun lalu saja, KPR yang sudah ikuti FLPP itu sudah 256.000. Sisanya itu masih dalam progres konstruksi. Itu menunjukkan kalau ada gugur, itu pasti ada, tapi persentasenya enggak sampai 5 persen," tuntas Maryono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X