Kompas.com - 01/02/2018, 22:00 WIB
Warga duduk di bangku taman yang terpasang sejak semalam di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (19/6/2013). Sebanyak 340 unit bangku taman dipasang di Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin hingga kawasan Medan Merdeka untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna trotoar di Jakarta. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWarga duduk di bangku taman yang terpasang sejak semalam di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (19/6/2013). Sebanyak 340 unit bangku taman dipasang di Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin hingga kawasan Medan Merdeka untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna trotoar di Jakarta.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Ahli Perencanaan (IAP), telah merilis hasil survei Most Liveable City Index (MLCI) pada 2017.

Survei yang dilaksanakan serentak di 19 provinsi dan 26 kota tersebut mencakup beberapa aspek, seperti perumahan, keamanan kota, dan fasilitas kelompok rentan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aspek lainnya adalah perekonomian, fasilitas ekonomi, sektor informal, politik kota, dan fasilitas taman kota.

Berdasarkan hasil survey MLCI, Provinsi DKI Jakarta termasuk dalam average tier city, atau termasuk dalam kelompok kota dengan index livability (kelayakan huni) rata–rata.

Baca juga : Jakarta Harus Berjuang Keras Menjadi Kota Layak Huni

Dengan skor 62,6 pada 2017, DKI Jakarta mengalami peningkatan performa bila dibandingkan survey MLCI yang dilakukan pada 2009, 2011, dan 2014 yang menempatkan Jakarta dalam kelompok bottom tier city.

Meski ada peningkatan, capaian tersebut masih jauh dari harapan. Pasalnya, sebagai ibu kota, seharusnya DKI Jakarta yang penduduknya lebih dari 10 juta jiwa, berada di top tier city atau kota dengan nilai indeks livability di atas rata-rata.

Terlebih lagi, sejumlah aspek masih dinilai warga terhadap Jakarta buruk, antara lain fasilitas pejalan kaki.

"Di Jakarta hanya 10 persen yang pedestriannya bagus. Itu pun baru di jalan protokler seperti Sudirman dan Thamrin," ujar Ketua IAP DKI Jakarta Dhani Muttaqin kepada Kompas.com, Kamis (1/2/2018).

Meski demikian, selama 3 tahun terakhir, Dani merasa pembangunan pedestrian cukup ada peningkatan.

Sebut saja Jalan Melawai dan Jalan Mahakam yang tadinya menjadi lahan parkir liar, kini difungsikan sebagai pedestrian.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.