Buka Akses Wisata, Pemkab Gunungkidul Resmikan Jembatan Watusigar

Kompas.com - 24/01/2018, 19:25 WIB
Bupati Gunungkidul Badingah (Berkerudung),Wakil Bupati Immawan Wahyudi, dan Forkompinda Melakukan Peninjauan di Jembatan Watusigar kecamatan Ngawen. Kompas.com/Markus YuwonoBupati Gunungkidul Badingah (Berkerudung),Wakil Bupati Immawan Wahyudi, dan Forkompinda Melakukan Peninjauan di Jembatan Watusigar kecamatan Ngawen.
|
EditorHilda B Alexander

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memudahkan wisatawan asal Jawa Tengah dan Jawa Timur langsung masuk ke Gunungkidul, Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul membangun Jembatan Watusigar yang menghubungkan Kecamatan Ngawen dan Karangmojo.

Jembatan yang berada di Kecamatan Ngawen sebelumnya kecil dan seringkali menyebabkan anteran panjang bus pariwisata. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Kabupaten Gunungkidul Edy Praptono menyampaikan pembangunan jembatan watusigar untuk menjawab kebutuhan infrastruktur jalan jalur wisata dari sisi timur.

Selama ini hanya ada jembatan kecil dengan lebar kurang lebih 4 meter sehingga warga dan wisatawan kesulitan saat melintas.

"Sangat dibutuhkan pengganti jembatan lama karena kapasitasnya tidak memadai. Sebab, jalur ini sudah mulai ramai dilalui wisatawan dari Surakarta dan sekitarnya," ujar Edy saat peresmian Jembatan Watusigar, Kecamatan Ngawen, Rabu (24/1/2018).

Dia menjelaskan, dengan lebar jembatan mencapai 9 meter, panjang 80 meter, dan ketinggian 11 meter, menghabiskan anggaran Rp13,5 Miliar, sudah bisa dilalui dua bus besar secara berlawanan arah.

"Kontruksinya sudah teruji saat banjir 28 November lalu tidak ada kerusakan," cetus Edy.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pembangunan jembatan ini membuka jalur dari sisi utara dan timur, karena wisatawan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sering melewati wilayah tersebut.

"Dengan dibangunnya infrastruktur jembatan ini. Insya Allah kunjungan pariwisata akan meningkat," ucap Badingah.

Dia mengharapkan, jembatan ini dapat membuat pembangunan lebih merata di kabupaten yang memiliki luas 46 persen wilayah DIY ini.

"Keseimbangan infrastruktur Zona Utara, Tengah dan Selatan terus kita upayakan untuk pemerataan pembangunan masyarakat," lanjut Badingah.

Untuk zona Selatan, tambah dia, saat ini pemerintah daerah tengah membangun jalan penghubung wisata yakni Kepek-Ngobaran, di Kecamatan Saptosari.

Harapannya infrastruktur pariwisata semakin baik dan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X