Kompas.com - 12/01/2018, 07:00 WIB
Berdasarkan pantauan udara dengan menggunakan helikopter pada Kamis (14/4/2016), aktivitas reklamasi masih tetap berlangsung di Pulau D, yang terletak muka bibir pantai Indah Kapuk. PRESIDENTIAL PALACE/ Agus SupartoBerdasarkan pantauan udara dengan menggunakan helikopter pada Kamis (14/4/2016), aktivitas reklamasi masih tetap berlangsung di Pulau D, yang terletak muka bibir pantai Indah Kapuk.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Permintaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membatalkan sertifikat pulau reklamasi yang telah dikeluarkan, tidak bisa direalisasikan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Hal tersebut, mengingat proses keluarnya sertifikat telah mengikuti ketentuan dan aturan pertanahan yang berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN M Noor Marzuki meminta masyarakat tidak melihat dari segi administrasi saja. Menurut dia, reklamasi memberikan manfaat tersendiri.

"(Pulau reklamasi) ini kan ada 300 hektar terbuka areal baru. Ekonomi akan tumbuh dan berapa kesempatan kerja yang ada," ujar Marzuki di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Ia juga mengatakan, dengan adanya tambahan lahan dari pulau buatan, Jakarta yang dinilai sudah sesak akan lebih luas.

Di pulau-pulau baru ini, pusat ekonomi baru juga akan terbangun yang modalnya dari swasta. Terlebih lagi, reklamasi bukan pertama kalinya dilakukan di dunia atau bahkan di Indonesia.

"Di seluruh dunia sudah (banyak yang) melakukan reklamasi," kata Marzuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.