Kompas.com - 07/01/2018, 10:00 WIB
Peserta padat karya membersihkan got dan jalan di Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (7/7). Kegiatan itu merupakan implementasi program penanganan kemiskinan Palu Zero Poverty yang digalakkan Pemerintah Kota Palu sejak April 2014. Setiap peserta program diupah Rp 600.000 per bulan. KOMPAS/VIDELIS JEMALIPeserta padat karya membersihkan got dan jalan di Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (7/7). Kegiatan itu merupakan implementasi program penanganan kemiskinan Palu Zero Poverty yang digalakkan Pemerintah Kota Palu sejak April 2014. Setiap peserta program diupah Rp 600.000 per bulan.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pembangunan proyek infrastruktur berbasis padat karya akan dimulai tahun ini. Untuk tahap pertama, baru 12 kabupaten/kota di sepuluh provinsi yang akan menerima manfaat dari program ini.

Wilayah itu yakni Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat, Muko-muko di Bengkulu, Musi Rawas di Sumatera Selatan, Lampung Tengah di Lampung, Kota Serang di Banten, dan Majalengka di Jawa Barat.

Kemudian, Sragen, Grobogan, dan Cilacap di Jawa Tengah, Gorontalo di Provinsi Gorontalo, Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara, dan Konawe di Sulawesi Tenggara.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso menjelaskan, penentuan lokasi pilot project berdasarkan pada jumlah petani dan pelaksanaan kegiatan yang cukup signifikan dalam satu lokasi desa di masing-masing kabupaten/kota.

"Selain itu juga untuk integrasi kegiatan padat karya antar unit organisasi di Kementerian PUPR yakni pada Ditjen Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, dan Penyediaan Perumahan pada satu lokasi yang sama," kata Imam dalam keterangan tertulis, Jumat (5/1/2018).

Secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan Kementerian PUPR untuk melaksanakan program ini sebesar Rp 11,24 triliun dari total anggaran untuk tahun ini sebesar Rp 107,3 triliun.

Adapun yang menjadi sasaran program ini meliputi program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi, dan Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW).

Di samping itu, program ini juga menyasar Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masayarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), pembangunan rumah swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), rumah khusus dan pemeliharaan rutin jalan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menilai, manfaat dari program ini dapat langsung dirasakan masyarakat.

Program padat karya tahun 2018 dirancang untuk mampu menyerap 263.646 orang tenaga kerja atau sebanyak 20,5 juta hari orang kerja (HOK).

"Upah yang dibayarkan secara harian mencapai Rp 2,4 triliun dari total alokasi sebesar Rp 11,24 triliun," kata Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.