Kompas.com - 29/12/2017, 08:00 WIB
Flyover Jatingaleh di Semarang, Jawa Tengah resmi berfungsi sejak 25 Agustus 2017 NAZAR NURDIN/KOMPAS.comFlyover Jatingaleh di Semarang, Jawa Tengah resmi berfungsi sejak 25 Agustus 2017
EditorLatief

Jakarta, KompasProperti - Sukuk negara akan terus mendorong pencapaian target pembangunan infrastruktur jalan raya dan kereta api di Jawa dan luar Jawa. Sejak 2013 sukuk negara ikut membiayai pembangunan infrastruktur transportasi dalam negeri.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Suminto, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (28/12/2017), mengatakan sejak diterbitkan pada 2008 sampai tahun ini Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) telah mencapai Rp 758 triliun dan merupakan diversifikasi pembiayaan dalam APBN untuk ikut mempercepat pembangunan infrastruktur dan yang lainnya.

Dia mengatakan, sejak 2013 lalu Kementerian Perhubungan menjadi kementerian pertama yang memprakarsai proyek infrastruktur menggunakan sukuk negara (project financing sukuk). Kemenhub menggunakan dana digunakan untuk pembangunan jalur rel ganda Cirebon – Kroya senilai Rp800 miliar.

Setahun kemudian skema pembiayaan itu kembali digunakan Kemenhub untuk proyek pembangunan jalur rel ganda Cirebon – Kroya Segmen I (Lanjutan), Double Double Track Manggarai – Jatinegara (Paket A) dan Double Track Jatinegara – Bekasi (Paket B2 (2) senilai Rp1,37 triliun.

"Setelah Kemenhub baru kemudian diikuti Kementerian PUPR untuk melakukan pembiayaan infrastruktur jalan raya maupun jembatan. Tapi, seluruh proyek pembangunan jalur kereta api Kementerian Perhubungan dilakukan menggunakan pembiayaan sukuk negara," kata Suminto,

Sejak 2013 hingga 2017, berdasarkan catatan Suminto, dana pembangunan infrastruktur dari sukuk negara yang digunakan Kementerian Perhubungan membangun jalur kereta api di Jawa dan Sumatera mencapai Rp16,71 triliun.

Tahun depan sukuk negara akan menyumbang sedikitnya Rp7 triliun untuk membiayai pembangunan jalur kereta api jalur melayang (elevated) dan Double Track wilayah Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera dan Sulawesi.

Sejak 2015, papar dia, sukuk negara telah menyumbang pembiayaan pembangunan jalan dan jembatan  di Sumatera, Jawa, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua yang dilakukan Kementerian PUPR senilai Rp3,51 triliun.

Sementara itu, sepanjang 2016-2017 sukuk negara telah menyumbang dana senilai Rp11,92 triliun bagi Kementerian PUPR untuk digunakan membangun jalan, jalan layang, terowongan,dan jembatan di Sumatera, Jawa, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

"Tahun depan ditargetkan agar pembangunan infrastruktur jalan yang dilaksanakan Kementerian PUPR akan mendapatkan alokasi sukuk negara senilai Rp7,5 triliun," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.