Kompas.com - 15/12/2017, 20:30 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek Jalan Tol Becakayu. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek Jalan Tol Becakayu.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pendatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Prinsip Penjaminan Jalan Tol oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Terdapat dua ruas yang diteken, yaitu Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 173 kilometer dan Jakarta-Cikampek II Selatan ruas Jatiasih-Cipularang-Sadang sepanjang 64 kilometer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan ditandatanganinya perjanjian kedua ruas tol tersebut, maka penyelesaian pembangunannya harus bisa lebih cepat dari target yang ditetapkan. Namun, pekerjaannya tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan.

"Semua sudah siap, hanya tinggal keseriusan dan kecepatan saja yang harus ditingkatkan. Sebab yang dibutuhkan oleh investor adalah kepastian dan kecepatan,” ujar Basuki melalui keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Jumat (15/12/2017).

Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ditargetkan dapat selesai dan beroperasi pada 2019. Sedangkan untuk Jakarta-Cikampek II sisi Selatan ditargetkan beroperasi pada 2020.

Pada Tol Probolinggo-Banyuwangi ada tanah milik Perum Perhutani sekitar 73 kilometer yang bisa dimanfaatkan untuk memulai pembangunan infrastruktur lebih awal.

Sementara sisanya, masih ada 100 kilometer lagi yang belum dibebaskan milik masyarakat.

Sebagai salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi diharapkan dapat mendorong kelancaran arus barang dan manusia dari dan ke Banyuwangi.

Dengan nilai investasi sebesar Rp 23,39 triliun, jalan tol ini akan dikerjakan oleh PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi yang sahamnya dipegang Jasa Marga, PT Waskita Toll Road dan PT Brantas Abipraya.

Saat ini, perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi ditempuh 4-5 jam lamanya melalui jalur Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) dengan jarak tempuh sekitar 200 kilometer.

Dengan terbangunnya jalan tol ini dapat memangkas waktu tempuh menjadi sekitar 2 jam.

Sementara untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II yang terbentang sepanjang 64 kilometer di sisi Selatan Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang ada sekarang nilai investasinya mencapai Rp 14,6 triliun.

Pembangunannya akan ditangani oleh PT Jasa Marga Japek Selatan yang pemegang sahamnya adalah PT Jasa Marga dan PT Wira Nusantara Bumi.

Pembangunan ruas Tol Jakarta-Cikampek II sisi Selatan merupakan salah satu upaya untuk mengurai kemacetan Tol Jakarta-Cikampek eksisting.

Dengan adanya jalan tol Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan diharapkan dapat menjadi alternatif lain para pengguna tol menuju jalan tol Cipularang, sekaligus diharapkan dapat membangun pusat pertumbuhan baru di selatan Tol Jakarta-Cikampek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.