Trayek Kereta Komuter Seharusnya Diperpanjang hingga Bandara

Kompas.com - 11/12/2017, 14:06 WIB
Kereta Bandara saat melakukan uji coba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta akan menuju stasiun Sudirman, Selasa (28/11/2017). Kereta Bandara diperkirankan akan resmi beroperasi pada awal bulan Desember 2017 mendatang KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIKereta Bandara saat melakukan uji coba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta akan menuju stasiun Sudirman, Selasa (28/11/2017). Kereta Bandara diperkirankan akan resmi beroperasi pada awal bulan Desember 2017 mendatang
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Penggunaan rel kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang bergantian dengan kereta komuter dinilai akan berpotensi mengganggu perjalanan keduanya.

Padahal, masyarakat mengandalkan kereta untuk bepergian karena waktu perjalanan lebih terukur. Terlebih lagi, kereta bandara hanya bisa diakses di satu stasiun saja yaitu Dukuh Atas.

Baca juga : Jika Tak Kompetitif, Kereta Bandara Tak Bisa Gantikan Moda Lain

"Sebenarnya tidak perlu menambah stasiun (kereta bandara), yang perlu adalah menambah trayek (kereta komuter)," ujar Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit kepada KompasProperti, Senin (11/12/2017).

Ia mengatakan, dengan memperpanjang trayek kereta komuter, akan memudahkan penumpang untuk mencapai bandara yang tidak terbatas hanya dari Dukuh Atas.

Hal tersebut lebih efektif dibandingkan pemerintah menambah rel dan stasiun baru untuk mengakomodasi penumpang ke bandara karena justru akan membuat persaingan dengan kereta komuter.

"Belanda, Perancis, sudah pakai kereta eksisting untuk sampai ke bandara. Kalau bisa memanfaatkan komuter akan sangat luar biasa," sebut Danang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (ketiga dari kanan) saat meninjau pengoperasian kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta di dalam kereta Sky Train Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/11/2017). Menhub melakukan uji coba operasi KA Bandara Soekarno-Hatta dengan rute Stasiun Manggarai  Stasiun Soekarno Hatta, rute ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada awal bulan Desember 2017 mendatang. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (ketiga dari kanan) saat meninjau pengoperasian kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta di dalam kereta Sky Train Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/11/2017). Menhub melakukan uji coba operasi KA Bandara Soekarno-Hatta dengan rute Stasiun Manggarai Stasiun Soekarno Hatta, rute ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada awal bulan Desember 2017 mendatang.

Ia menambahkan, saat ini saja trayek kereta komuter sudah melayani Jabodetabek bahkan sampai ke Cikarang di timur Jakarta dan Rangkas Bitung di barat Jakarta.

Dengan trayek yang banyak dan waktu perjalanan yang sudah terukur, maka masyarakat akan lebih terlayani.

Tantangan kereta bandara adalah memastikan perjalanan kurang dari 1 jam. Jika lebih dari itu, penumpang tidak akan tertarik menggunakan kereta dan lebih memilih taksi online atau moda transportasi lain seperti JR Connexion.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X