Kompas.com - 11/12/2017, 11:30 WIB
Suasana di Stasiun Batu Ceper, Tangerang, Kamis (23/11/2017). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta sebelum beroperasi pada awal bulan Desember 2017 mendatang. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISuasana di Stasiun Batu Ceper, Tangerang, Kamis (23/11/2017). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta sebelum beroperasi pada awal bulan Desember 2017 mendatang.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kebutuhan mobilitas komuter untuk mencapai Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tinggi mendasari pembangunan kereta bandara yang rencananya diresmikan Senin ini.

Menurut Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, kereta bandara juga muncul karena masyarakat membutuhkan angkutan yang waktu perjalanannya bisa terukur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pemerintah.

"Kalau belajar dari kereta bandara di Kualanamu, layanan angkutannya hanya dapat digunakan bagi mereka yang bepergian secara mandiri," ujar Danang kepada KompasProperti, Senin (11/12/2017).

Hal ini berkaitan dari segi tarif, yang sangat dipengaruhi karakter pengguna. Jika bepergian secara mandiri atau melancong, masyarakat sangat dimungkinkan menggunakan kereta bandara.

Namun, saat masyarakat bepergian secara kelompok sebanyak 2-3 orang, maka kereta bandara tidak akan mudah menyasarnya.

"Apalagi kalau perjalanan di atas 2-3 orang dalam satu grup pasti mereka akan menggunakan JR Connexion atau taksi online," jelas Danang.

Suasana di Stasiun Batu Ceper, Tangerang, Kamis (23/11/2017). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta sebelum beroperasi pada awal bulan Desember 2017 mendatang. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana di Stasiun Batu Ceper, Tangerang, Kamis (23/11/2017). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta sebelum beroperasi pada awal bulan Desember 2017 mendatang.

Selain dari segi tarif, masyarakat diprediksi akan tetap menggunakan angkutan umum lain karena stasiun yang ada sekarang hanya tersedia di Dukuh Atas dan tidak menjangkau banyak area.

Adapun masalah lainnya dari kereta bandara ini adalah penggunaan rel yang saling bergantian dengan kereta komuter.

Jadi, satu-satunya yang bisa diharapkan dari kereta bandara adalah ketepatan waktu.

"Jika waktu perjalanan lebih dari 1 jam atau bahkan mencapai 1,5 jam, maka tidak akan cukup kompetitif dengan moda transportasi lain," tuntas Danang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.