Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Sepuluh Raja Properti Terkaya Indonesia

Kompas.com, 5 Desember 2017, 17:10 WIB
Dani Prabowo

Penulis

JAKARTA, KompasProperti - Baru-baru ini, Majalah Forbes kembali merilis data orang-orang terkaya di dunia tahun 2017. Kakak beradik Hartono, masih menempati orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai 32,3 miliar dollar AS.

Secara keseluruhan, ada sekitar 50 orang terkaya Indonesia yang masuk daftar yang dirilis Forbes. Beberapa di antaranya, harta kekayaannya naik akibat peningkatan harga saham.

Faktor lainnya disebabkan terungkapnya harta mereka setelah mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Berikut data sepuluh konglomerat yang juga berbisnis properti yang dihimpun KompasProperti:

1. Robert Budi dan Michael Hartono

Meski lebih dikenal sebagai pemilik Djarum dan mayoritas saham Bank Central Asia, keluarga Hartono juga merupakan pemilik sejumlah properti prestisius.

Di antaranya Menara BCA, Grand Indonesia Shopping Town, Hotel Indonesia Kempinski, dan Kempinski Residence. Sementara proyek lain berkelas menengah bawah adalah World Trade Center Mangga Dua, Karawang Resinda, dan Padma Hotel Karawang.

Kekayaan keluarga yang juga menjadi pemilik Polytron ini disebut mencapai 32,3 miliar dollar AS.

2. Keluarga Eka Tjipta Widjaja

Pendiri Sinar Mas Group memiliki gurita bisnis yang beragam, mulai dari pulp dan kertas, jasa keuangan, properti, hingga perkebunan.

Lewat tentakelnya, Sinarmas Land, setidaknya sudah enam kota mandiri yang telah dikembangkan grup ini, mulai dari BSD City, Grand Wisata, Kota Deltamas, Kota Wisata, Legenda Wisata, dan Wisata Bukit Mas.

Selain itu, Sinarmas juga memiliki sejumlah proyek apartemen, industri dan komersial, ritel, dan pusat perbelanjaan, hingga perhotelan.

Tercatat, kekayaan keluarga ini mencapai 9,1 miliar dollar AS.

3. Chairul Tanjung

Nama Chairul Tanjung yang mengendalikan bisnis CT Corp ini, mungkin lebih dikenal masyarakat industri media.

Namun mantan Menteri Koordinator Perekonomian pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, juga mengendalikan sejumlah bisnis ritel dan properti.

Lewat Trans Retail, pria kelahiran Jakarta pada 16 Juni 1962 silam itu, memiliki Carrefour dan Transmart.

Pada November lalu, CT Corp menandatangani kerja sama dengan perusahaan hotel asal Perancis, AccorHotels, untuk membuka 30 hotel di Indonesia.

Selain itu, CT Corp juga tengah membangun superblok Trans Park Cibubur, dan Trans Park Juanda.

Kekayaan pria yang mendapat julukan 'Si Anak Singkong' ini mencapai 3,6 miliar dollar AS.

4. Keluarga Tahir

Menduduki posisi terkaya ke delapan di Indonesia, pendiri Mayapada Group ini memiliki usaha di berbagai sektor mulai dari perbankan, rumah sakit dan properti.

Beragam proyek hunian baik itu rumah tapak maupun apartemen, hingga perkantoran digarap oleh pengusaha ini. Tercatat harta kekayaan pengusaha ini mencapai 3,5 miliar dollar AS.

5. Keluarga Riady

Mochtar Riady merupakan pendiri Lippo Group yang kini dikendalikan kedua anaknya, James Riady dan Stephen Riady.

Saat ini, bisnis Lippo Group meliputi real estate, kesehatan, media, ritel dan pendidikan.

Di sektor properti, siapa tak kenal Meikarta? Hampir setiap hari, iklan pengembangan kota mandiri yang terletak di kawasan Cikarang itu, muncul di media massa.

Kekayaan keluarga Riady disebut mencapai 3 miliar dollar AS.

6. Murdaya Poo

Grup Central Cipta Murdaya (CCM) yang dirintis Murdaya Poo memiliki beragam usaha, mulai dari perkebunan, pelapis kayu, hingga pusat konvensi terbesar di Jakarta yaitu Jakarta International Expo.

Selain itu, dia juga memiliki hampir setengah saham properti PT Metropolitan Kentjana Tbk, yang salah satu proyek ternamanya yakni Perumahan Pondok Indah, Pondok Indah Mall 1-2, Intercontinental Hotel, dan Kartika Residence.

CCM juga memiliki perkantoran World Trade Center 1-3, dan JIEXPO Kemayoran.

Saat ini, kekayaan Murdaya Poo mencapai 2,2 miliar dollar AS.

7. Peter Sondakh

Tercatat memiliki kekayaan 1,9 miliar dollar AS, Peter Sondakh pemimpin dari Rajawali Corpora yang sudah berdiri sejak 1984.

Grup tersebut mulai terjun ke bisnis properti dengan membangun hotel bintang lima sejak 1990. Pada tahun 2009, ia meluncurkan St Regis Hotel and Resort di Bali.

Saat ini, Peter tengah membangun St Regis Hotel and Resort di Kuningan, menyusul beroperasinya Four Seasons Hotel dan Capital Place Jakarta. Peter juga dikenal sebagai pemilik St Regis Langkawi.

8. Husodo Angkosubroto

Sebagai pemimpin Gunung Sewu Group, bisnis properti Husodo Angkosubroto dikendalikan lewat tentakel bisnisnya, Farpoint Realty Indonesia.

Beragam bisnis properti digarap Farpoint, mulai dari retail, hospitalitas, perkantoran hingga residensial. Proyek residensial yang paling ternama yakni Verde, Verde Two dan The Hundred.

Sementara proyek perkantoran banyak berada di kawasan jantung ibu kota, seperti Citi Square, Sequis Center, dan Sequis Tower.

Saat ini, kekayaannya tercatat sebesar 1,6 miliar dollar AS.

9. Keluarga Ciputra

Ciputra Group selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan properti terbesar di Tanah Air yang memiliki proyek di 33 kota di Indonesia.

Saat ini kekayaan keluarga Ciputra tercatat 1,45 miliar dollar AS.

10. Alexander Tedja

Lewat perusahaannya, Pakuwon Jati, Alexander Tedja telah membangun sejumlah perumahan dan pusat perbelanjaan di Surabaya dan Jakarta.

Bebebrapa yang beken adalah Tunjungan Plaza 1-6, Plaza Blok M, Gandaria City dan Kota Kasablanka, Pakuwon Supermall, dan Pakuwon City.

Selain itu, Pakuwon juga menggarap sejumlah proyek perkantoran di Jakarta dan Surabaya. Kekayaan Alexander Tedja tercatat 1,25 miliar dollar AS.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau