Dalam 4 Tahun, Harga Rumah Naik Gila-gilaan

Kompas.com - 28/11/2017, 20:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pengelolaan tanah oleh pemerintah merupakan hal yang mutlak. Hal ini, mengingat tanah adalah komponen paling berpengaruh terhadap harga rumah.

Buktinya, dalam beberapa tahun saja, kenaikan harga rumah sangat tidak terkendali dan cenderung gila-gilaan.

"Tahun 2007 saya di Perumnas (sebagai Direktur Utama). Harga rumah waktu itu masih Rp 40 juta. Tahun 2011 naik sudah Rp 115 juta. Kan gila-gilaan. Tidak ada mekanisme sementara daya beli masyarakat terbatas," ujar Staf Ahli Menteri ATR/BPN Himawan Arief di Jakarta, Selasa (28/11/2017)

Selama ini, kata dia, pemerintah telah berupaya untuk membantu masyarakat dalam mengakses perumahan. Caranya, adalah dengan memberi insentif dari segi permintaan, yaitu subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Meski demikian, skema ini juga belum mampu sepenuhnya membantu masyarakat kecil karena mekanismenya dilepas ke pasar. Dengan demikian harga pokok tanah meroket.

Himawan mengaku, setelah melakukan peninjauan lebih lanjut, pemerintah harus melakukan intervensi pada tanah agar harganya terkendali.

Tanah merupakan salah satu komponen rumah yang paling memungkinkan untuk diintervensi pemerintah, selain bunga bank atau bahan konstruksi.

Himawan pun mengambil contoh pada 2008 saat Wakil Presiden Jusuf Kalla menugaskan Perumnas untuk membangun rusun (rumah susun) Kemayoran.

"Saat itu, kalau ikuti harga pasar di atas Rp 5 juta per meter persegi. Tapi, karena adanya peraturan pemerintah yang baru, pembangunan rusunami bisa Rp 1 juta per meter persegi," jelas Himawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X