Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Okupansi Hotel di Pantai Kuta Jadi Daya Tarik Investasi

Kompas.com, 21 November 2017, 17:17 WIB

Jakarta, KompasProperti - Marketing Consultant Grand Orange Kuta Beach Hotel Bali, Ratdi Gunawan, mengatakan jik berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini dan di masa mendatang bisnis hotel atau kondominium hotel (kondotel) di Pantai Kuta masih sangat potensial dijadikan alternatif investasi.

BPS mencatat, selama periode Januari - Agustus 2017 jumlah wisatawan mancanegara yang mendatangi Bali tercatat 4 juta orang atau naik  25,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai 3,9 juta orang.

Dari jumlah tersebut, wisatawan asal China masih menduduki peringkat pertama, yakni 1,05 juta orang atau 58,69 persen dari total wisman yang berkunjung ke Bali. Jumlah itu jauh melampaui kontribusi Australia yang hanya 743.860 orang.

Peningkatan angka kunjungan itu, Kepala BPS Bali Adi Nugroho mengatakan bahwa itu terjadi tidak terlepas dari jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2017 yang mencapai 601.884 kunjungan.

Dengan kondisi itu, menurut Ratdi, potensi okupansi hotel di Pantai Kuta akan menjanjikan nilai investasi tinggi. Karena, lanjut dia, okupansi tinggi akan menghasilkan harga kamar (room rate) hotel yang juga tinggi.

"Maka, akan menghasilkan nilai sewa atau ROI (return of investment) yang juga tinggi sehingga balik modalnya juga cepat," kata Ratdi, pada jumpa pers di Hotel Paragon, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Sampai saat ini kawasan Pantai Kuta, masih dianggap lokasi menarik untuk bisnis hotel di Bali. Pantai Kuta termasuk paling dekat karena dijangkau hanya dalam waktu 15 menit dari Bandara Ngurah Rai dan terintegrasi dengan kawasan wisata Jimbaran dan Seminyak.

"Lokasi seperti apa yang cocok untuk investasi hotel bintang empat di Bali? Kalau bicara Bali, lokasi dekat pantai itu pilihan utama investasi hotel bintang empat. Lokasi akan menentukan harga jual dan investasi ke depan dari properti tersebut," tambah Ratdi.

Dia menambahkan, faktor utama investasi properti, terutama hotel atau kondominium adalah lokasi, karena lokasi yang kelak menentukan harga jual dan investasi ke depan dari suatu properti itu. Di Bali, kalau bicara hotel, lokasi yang dekat pantai dan bandara paling punya nilai jual tinggi.

Untuk itu, lanjut dia, Grand Orange Kuta Beach Hotel berusaha menangkap potensi investasi hotel bintang empat dari keramaian wisatawan di Pantai Kuta. Dengan harga pasar saat ini lanjut Ratdi, harga perdana per lot Grand Orange Kuta ditawarkan senilai Rp 298 juta.

"Pertama, dengan potensi yang ada kami tawarkan unitnya terbatas, apalagi lokasinya dekat betul dengan Beach Walk Mall dan Hard Rock," kata Ratdi.

Ratdi mengaku optimistis lokasi dekat pantai seperti Kuta sangat karakteristik untuk hotel bintang empat, apalagi kawasan Kuta merupakan kawasan pantai wisata paling ramai yang "hidup" selama 24 jam.

"Sebagai ikon Bali, di sepanjang Kuta banyak hotel bintang empat yang room rate hotelnya per malam dapat mencapai angka 1 juta, sebab di kawasan ini juga banyak dijumpai retail mal dan tempat hiburan. Makanya, tak heran kalau kuta menjadi kawasan yang paling diburu oleh para wisatawan," ujar Ratdi.

Hampir semua turis, baik wisatawan mancanegara maupun domestik dari 34 provinsi di Indonesia memilih kawasan pantai ini untuk berwisata.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau