Mau Ada Jalan Tol, Harga Tanah di Serang-Panimbang Melambung

Kompas.com - 16/11/2017, 17:30 WIB
Direktur Utama PT Wika Serang Panimbang (WSP) Entus Asmawi. Kompas.com / Dani PrabowoDirektur Utama PT Wika Serang Panimbang (WSP) Entus Asmawi.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti — Keberadaan jalan tol di suatu daerah dipastikan dapat turut mendorong sektor perekonomian masyarakat. Karenanya, wajar bila harga tanah yang berada di sekitar lokasi proyek jalan tol pun terus merangkak naik.

Hal itu antara lain harga tanah yang akan digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang. Bila dibandingkan dengan harga perkiraan awal pada tahun 2016 lalu, kini harganya sudah naik drastis.

Direktur Utama PT Wika Serang Panimbang (WSP) Entus Asnawi menjelaskan, saat mengajukan harga perkiraan awal untuk pembebasan lahan seluas 785 hektar, setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1,034 triliun.

Namun, setelah tim appraisal turun, harga perkiraan untuk pembebasan lahan justru melambung berkisar Rp 1,9 triliun-Rp 2,2 triliun.

"Jadi sudah diperhitungkan berbagai pertimbangan ekonomis dan komersial dari tanah itu. Jadi sebetulnya enggak ada yang dirugikan," kata Entus kepada awak media, Kamis (16/11/2017).

Hari ini, PT WSP menandatangani perjanjian kredit sindikasi sebesar Rp 894 miliar dari Bank Mandiri dan Bank BNI. Kredit sindikasi tersebut akan digunakan untuk membiayai pembebasan tanah.

Menurut Entus, kenaikan harga tanah yang akan digunakan sebagai lokasi jalan tol merupakan hal yang wajar. Mengingat tim appraisal yang diterjunkan tentu juga menghitung potensi pertumbuhan ekonomi yang mungkin terjadi pada masa mendatang.

"Appraisal itu bertanggung jawab yang ditunjuk oleh BPK dan melihat potensi komersial dari tanah itu. Artinya, yang dilihat bukan hanya harga sekarang, tetapi potensi ke depan," ujar Entus.

Dalam pembebasan tanah ini, Entus menambahkan, ada tiga tim pejabat pembuat komitmen (PPK) yang diterjunkan. Ketiganya berada di tiga wilayah berbeda, yakni Serang, Lebak, dan Pandeglang, yang nantinya akan dilalui jalur tol sepanjang 83,7 kilometer ini.

Setidaknya ada sekitar 50 desa di 14 kecamatan berbeda yang akan dilalui jalur tol ini. Berdasarkan perkembangan terbaru, hari ini akan dilangsungkan pembayaran lahan untuk dua desa di Serang.

"Minggu depan dari Lebak. Harapannya selanjutnya (proses pembebasan lahan dapat) bergulir," ujar Entus

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X