Kunjungan Wisman Naik, Okupansi Hotel 58,42 Persen

Kompas.com - 13/11/2017, 12:30 WIB
Ilustrasi hotel EugeneonlineIlustrasi hotel
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2017 naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut berdampak terhadap okupansi hotel di Tanah Air.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 20,47 persen yaitu dari 1,01 juta menjadi 1,21 juta. Meski demikian, bila dibandingkan dengan Agustus 2017, jumlah itu justru mengalami penurunan 13,67 persen.

Adapun secara kumulatif pada periode Januari-September 2017, jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai 10,46 juta atau naik 25,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 8,36 juta kunjungan.

Kenaikan jumlah wisatawan tersebut rupanya berdampak terhadap tingkat okupansi hotel di Indonesia.

"Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2017 mencapai rata-rata 58,42 persen atau naik 4,26 poin dibandingkan dengan TPK September 2016 yang tercatatsebesar 54,16 persen," demikian tulis laporan BPS seperti dikutip KompasProperti, Senin (13/11/2017).

Berdasarkan klasifikasi bintang, hotel berbintang lima menunjukkan peningkatan paling signifikan yakni 10,73 poin, yakni dari 57,01 poin pada September 2016 menjadi 67,74 poin pada September 2017.

Adapun peningkatan terendah terlihat pada hotel bintang empat yang hanya naik 0,79 poin dari 59,86 poin menjadi 60,65 poin. Sedangkan okupansi terhadap hotel bintang tiga naik 5,79 poin dari 51,98 poin menjadi 57,77 poin.

Untuk hotel bintang satu dan bintang dua, masing-masing mengalami kenaikan 4,43 poin dan 2,14 poin.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,97 hari selama September 2017, atau terjadi kenaikan 0,07 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada September 2016.

Namun,tidak terjadi perubahan jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada Agustus 2017.

Lama rata-rata menginap tertinggi terjadi Bali 3,30 hari, diikuti Provinsi Papua 2,91 hari, dan Provinsi Maluku sebesar 2,43 hari. Sementara rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 1,33 hari.

Hal ini sejalan dengan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang yang naik 4,26 poin dari rata-rata 54,16 persen pada September 2016 menjadi 58,42 persen pada September 2017.

TPK tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 74,11 persen, diikuti Provinsi Bali sebesar 72,64 persen, dan Provinsi DKI Jakarta yaitu sebesar 68,13 persen. Sementara, TPK terendah tercatat di Provinsi Sulawesi Barat yang sebesar 30,61 persen.

Adapun, dari 1,21 juta kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama September 2017, diantaranya dilakukan wisman berkebangsaan China 15,04 persen, Singapura 10,13 persen,
Australia 9,77 persen, Malaysia 8,80 persen, dan Jepang 4,64 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X