Bambang: Ultah ke-100 Tahun, Indonesia Jadi Negara Maju

Kompas.com - 08/11/2017, 14:55 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen Nurhayati saat Forum Parlemen Dunia 2017 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/9). Bambang Brojonegoro memaparkan target pembangunan dalam lima tahun ke depan yang selalu melibatkan parlemen, lembaga swadaya masyarakat dan akademisi dalam setiap perencanaan pembangunan untuk mensukseskan target pembangunan tersebut. ANTARA FOTO/Wira Suryantala/nym/aww/17. ANTARA FOTO/Wira SuryantalaMenteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen Nurhayati saat Forum Parlemen Dunia 2017 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/9). Bambang Brojonegoro memaparkan target pembangunan dalam lima tahun ke depan yang selalu melibatkan parlemen, lembaga swadaya masyarakat dan akademisi dalam setiap perencanaan pembangunan untuk mensukseskan target pembangunan tersebut. ANTARA FOTO/Wira Suryantala/nym/aww/17.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan tepat hari ulang tahun atau perayaan kemerdekaan ke-100, Indonesia telah menjadi negara maju.

Untuk mendukung itu, infrastruktur bakal tetap menjadi tulang punggung Indonesia hingga beberapa tahun akan datang.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan sebelum membuka Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (8/11/2017).

"Infrastruktur tetap jadi backbone Indonesia sampai beberapa tahun ke depan karena pertama Indonesia belum jadi negara maju. Dari segi income per kapita masih masuk menengah ke bawah, tetapi kondisi ini enggak akan berlaku selamanya," papar Bambang.

Menurut Bambang, pada 2045 Indonesia bisa menjadi negara maju dengan syarat pendapatan per kapita penduduknya masuk dalam kategori tinggi.

Hal itu bisa terjadi apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa konsisten pada angka 5 persen setiap tahunnya hingga 2045 mendatang.

"Kalau konsisten mempertahankan itu maka Indonesia akan naik kelas jadi negara dengan high income pada 2038 dan bisa dikategorikan negara maju dengan pendapatan per kapita mendekati 20 ribu dollar AS," jelas Bambang.

Namun, Bambang menegaskan bahwa mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen setiap tahunnya bukanlah hal mudah.

Pasalnya, terdapat tantangan baik secara global maupun domestik yang bisa menurunkan angka tersebut.

Bambang menunjukkan data bahwa potensial GDP sejak 2011 hingga 2015 yang berjumlah enam hingga tujuh persen ada tendensi menurun hingga lima persen.

Data tersebut dianggap Bambang memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Artinya kalau mengikuti bisnis as usual akan susah mempertahankan lima persen pertumbuhan ekonomi itu.

"Harus ada upaya lebih tentunya berupa reformasi sektoral yang membutuhkan banyak aspek seperti peningkatan SDM, pemanfaatan teknologi, menghidupkan manufaktur dan perbaikan logistik serta satu lagi yang bisa berdampak besar yakni pembangunan infrastruktur," pungkas dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X