Dalam Sebulan, Dua Kali Waskita Karya Alami Kecelakaan Kerja

Kompas.com - 31/10/2017, 10:54 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA/KL) Kementerian PUPR dalam nota keuangan RAPBN TA 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/17. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA/KL) Kementerian PUPR dalam nota keuangan RAPBN TA 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/17.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Peristiwa jatuhnya girder pada proyek flyover Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Minggu (29/10/2017) lalu, cukup menyita perhatian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pasalnya, bukan kali ini saja PT Waskita Karya (Persero) Tbk, selaku kontraktor dalam proyek tersebut, mengalami kecelakaan kerja serupa.

"Tapi dari tim kami, karena ini hampir berurut karena di Bocimi kemarin. Ada apa ini? Dan dua-duanya Waskita," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantornya, Senin (30/10/2017).

Baca juga : Kecelakaan Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo, 1 Tewas dan 2 Luka-luka

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, jembatan Tol Bocimi yang berlokasi di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor runtuh, Jumat (22/9/2017) lalu.

Akibat peristiwa tersebut, seorang pekerja dikabarkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami kritis. Proyek tersebut diketahui digarap oleh Waskita Karya.

Basuki memastikan, Kementerian PUPR akan menelusuri penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Termasuk mencari tahu siapa saja sub kontraktor yang bekerja sama dengan Waskita dalam pelaksanaan proyek ini.

"Oiya pasti (akan intervensi) kalau ada apa-apa nanti," ujarnya.

Baca juga : Pemerintah Evaluasi Desain dan Metode Kerja Tol Pasuruan-Probolinggo

Kendati demikian, Basuki mengatakan, untuk persoalan apakah Waskita diduga terlibat sebuah tindak pidana atau tidak, hal itu menjadi ranah aparat penegak hukum.

Saat ini, aparat kepolisian diketahui telah menerjunkan Tim Laboratorium Forensik untuk menyelidiki peristiwa yang menyebabkan seorang karyawan Waskita itu meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Kementerian PUPR juga telah menerjunkan tim untuk mengevaluasi desain, uji, dan metode kerja yang dilakukan Waskita.

Baca juga : Kecelakaan Tol Paspro Makan Korban, Bisakah Waskita Dipidana?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X