Kecelakaan Tol Paspro Makan Korban, Waskita Dinilai Ceroboh

Kompas.com - 30/10/2017, 13:17 WIB
Dua orang korban terluka berat akibat kecelakaan di Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Sugiono dan Nurdin, menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Purut, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Selain itu, ada seorang korban tewas bernama Heri Isnandar. SURYA/GALIH LINTARTIKADua orang korban terluka berat akibat kecelakaan di Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Sugiono dan Nurdin, menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Purut, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Selain itu, ada seorang korban tewas bernama Heri Isnandar.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pekerjaan konstruksi Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk memakan korban.

Seorang pegawai Waskita meninggal dunia setelah tertimpa girder yang jatuh saat pemasangan pada pekerjaan flyover di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Pasuruan.

Menurut Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Davy Sukamta, Waskita telah ceroboh dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi tersebut.

Kecerobohan terjadi bukan pada saat perencanaan, melainkan saat pekerjaan dilaksanakan.

Baca juga : Ini Kronologi Kecelakaan Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo

"Kalau lihat foto yang ada, itu patah di beberapa tempat itu kemungkinan karena jatuh. Kalau jatuh itu biasanya karena posisinya cukup tinggi, baloknnya juga langsing, dudukkannya enggak bagus, jadi dia bisa jatuh," kata Davy kepada KompasProperti, Senin (30/10/2017).

Menurut dia, bila kecerobohan terjadi pada saat perencanaan, maka sejak awal pemasangan girder akan terjatuh.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, ada empat girder yang dipasang pada pekerjaan flyover tersebut yang dimulai sejak Sabtu (28/10/2017). Tiga girder sepanjang 50,8 meter telah dipasang.

Saat pekerjaan dilanjutkan pada Minggu (29/10/2017), girder keempat tiba-tiba goyang menyentuh girder lain sehingga menyebabkan keruntuhan.

Padahal, girder keempat tersebut diyakini sudah dalam posisi bearing pad dan akan dilakukan pemasangan bracing.

"Jadi ceroboh menurut saya itu," kata Davy.

Selain ada korban meninggal dunia, peristiwa tersebut juga menyebabkan dua orang lainnya luka-luka, yakni Sugiyono (47 tahun) asal Probolinggo dan Nurdin (35 tahun).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X