Kompas.com - 27/10/2017, 21:00 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) mengecek lokasi calon Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Minggu (4/9/2016). Dok.Kementerian Perhubungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) mengecek lokasi calon Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Minggu (4/9/2016).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprakarsai pembangunan akses Tol Pelabuhan Patimban yang tersambung dengan Jalan Pantai Utara (Pantura) Jakarta.

Dalam pembiayaan akses tersebut, Jasa Marga melakukan pendekatan ke Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

"Kalau (pihak) Jepang kan yang penting (pembangunan) Pelabuhan Patimbannya dulu nih baru tolnya," ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Menurut Desi, pihak Jepang masih menunggu kepastian skema Pelabuhan Patimban. Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan pelabuhan yang terletak di Subang tersebut bakal dibangun.

Jika skema pembangunan pelabuhannya sudah jelas, maka Jepang baru dapat memastikan pembiayaan jalan tol.

Sementara itu, untuk skema pinjaman dari Jepang ke Jasa Marga, Desi masih melihat beberapa kemungkinan.

"Masih sama-sama dicoba. Kalau dengan JICA pasti G2G, kalau JBIC baru B2B tapi kan tetap harus dari pemerintah. Dua-duanya masih penjajakan terus," jelas Desi.

Jasa Marga membangun tol sepanjang 40 kilometer dengan menyambungkan akses jalan yang dibangun Kementerian PUPR dari pelabuhan ke Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Akses jalan yang dibangun Kementerian PUPR adalah sepanjang 8,1 kilometer dengan biaya Rp 1,3 triliun.

Sementara itu, tujuan pembangunan Pelabuhan Patimban sendiri diharapkan dapat menurunkan beban lalu lintas di Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk lalu lintas angkutan barang di sepanjang tol Cikampek menuju Jakarta.

Pasalnya, jika barang diangkut dari Jawa Barat ke Tanjung Priok, biayanya sebesar 4,9 dollar AS per kilometer.

Sedangkan, di negara lain biayanya hanya 1 dollar AS per kilometer. Dengan demikian, Pelabuhan Patimban dapat mendorong industri lebih kompetitif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.